FIFA World Cup Russia 2018

Analogi Indonesia dan Soekarno

Bagaimana orang-orang Rusia menganalogikan Indonesia? Jawabannya adalah Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Analogi Indonesia dan Soekarno
Google images
Presiden Soekarno    

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagaimana orang-orang Rusia menganalogikan Indonesia? Jawabannya adalah Soekarno, presiden pertama Indonesia.
Firzie A. Idris, wartawan BolaSport.com termasuk yang mendapatkan kesempatan menyaksikan sesi latihan terbuka tim nasional Rusia di Stadion Luzhniki, Moskow dari lantai keenam stadion, tempat media ditempatkan.

Sesi latihan terbuka ini digelar pukul 12.00 waktu setempat. Tim nasional Rusia akan menghadapi tim nasional Arab Saudi pada laga perdana fase grup A Piala Dunia 2018, Kamis (14/6) malam waktu Indonesia.

Stadion ini memiliki aura berbeda dari stadion-stadion sepak bola modern lainnya. Di stadion ini Presiden Soekarno pernah memberikan pidato di hadapan publik Uni Soviet pada 1956.
Ya, hubungan Indonesia dan Rusia memang harmonis dari dulu. Beberapa orang Rusia yang BolaSport.com temui memang menganalogikan Indonesia dengan Soekarno.

Dikatakan, Soekarno sangat terkesan oleh stadion megah yang mengambil namanya dari padang rumput tempat konstruksi dilakukan. Ia kemudian memerintahkan agar stadion serupa dibangun di Jakarta. Berkat pinjaman dana dan bantuan ahli konstruksi dari Uni Soviet, Kompleks Gelora Bung Karno didirikan untuk menyambut Asian Games 1962.

BolaSport.com dan media-media lain tidak bisa berlama-lama menyaksikan interior Stadion Luzhniki. Hanya 15 menit setelah sesi latihan terbuka itu mulai, wartawan langsung diarahkan oleh para volunteer dan LOC (Local Organising Commitee) kembali ke media centre di lantai satu.

BolaSport.com kemudian mengikuti sesi konferensi pers yang dimulai pukul 13.00. Stanislav Cherchesov, pelatih tim nasional Rusia, terlihat santai saat mengikuti konferensi pers ini. Cherchesov bahkan beberapa kali melempar lelucon yang membuat para jurnalis tertawa.
Kejadian menggelikan pertama terjadi saat ada bunyi static yang keluar dari mikrofon sang pelatih. Sesi konferensi pers sempat berhenti sebentar sementara press officer yang bertugas mencari-cari teknisi untuk membenahi mic.

"Ada suara aneh nih, dari gangguan atau karena suara saya?" ujar Cherchesov. "Saya pelatih timnas tetapi mikrofonnya yang tidak tahan dengan tekanan."
Kejadian lucu berikut datang saat wartawan Denmark bertanya. "Jadi, Anda datang dari Denmark? Dari negara Denmark? Dari suatu negara bernama Denmark?" ujar Cherchesov sebelum menjawab pertanyaan sang wartawan yang terlihat bingung.

Terakhir, ia menghadapi pertanyaan tidak lazim dari seorang jurnalis lokal."Saya meluncurkan kampanye untuk memotong kumis atau jenggot demi dukungan untuk timnas. Apakah Anda siap untuk mengajak para warga datang ke Stadion Luzhniki dan memotong kumis serta jenggot mereka demi mendukung timnas?"

"Tunggu, sepertinya saya tinggal di dunia lain. Kamu ngomong apa? Kumis seperti apa? Saya tidak mengerti kamu ngomong apa. Namun, saya tetap mengundang mereka yang berkumis atau berjenggot ke Stadion Luzhniki," ujarnya sembari tertawa. Para wartawan lokal bertepuk tangan mendengar ajakan sang pelatih. (Tribunnews/*)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help