Kisah Wanita Remaja yang Masih Kenakan Popok Bayi, Alasannya Bikin Terharu

Di usianya yang sudah 18 tahun, perempuan cantiki ini memutuskan “kembali jadi bayi” lagi.

Kisah Wanita Remaja yang Masih Kenakan Popok Bayi, Alasannya Bikin Terharu
Tony Hart yang memutuskan "kembali ke masa bayi" 

Kemudian, setelah mengetahui tentang seorang YouTuber yang juga terlibat dalam gaya hidup bayi yang sedang dewasa, Hart memutuskan untuk mengikutinya.

Ia telah menghabiskan setidaknya beberapa ratus dolar untuk pakaian bayi, popok, dan mainan sejak mulai gaya hidup seperti bayi itu.

Hart juga masih tinggal di rumah ibunya dan untungnya teman dan keluarganya mendukung gaya hidupnya.

“Suatu saat ibuku menemukan popok jadi kami membicarakannya,” kenangnya.

Si ibu bilang, “Tidak apa-apa, pastikan kamu membersihkan diri sendiri.”

“Saya berbicara dengan ‘suara bayi’ dan jika marah, aku akan menangis atau marah."

“Aku juga merangkak dan berguling.”

“AKu akan berpakaian dengan pakaian santai dan bersantai dan nonton TV.”

Apa yang dilakukan Hart saat ini tidak semudah yang kita bayangkan.

Pada awalnya ia takut orang lain akan membuat asumsi palsu tentang dirinya dan cara dia memilih untuk hidup.

“Aku khawatir pada awalnya tentang apa yang orang pikirkan. Ada banyak kesalahpahaman dan yang terbesar adalah bahwa itu adalah pedofilia,” kata Hart.

“Orang bilang itu aneh dan kotor dan itu tidak benar. Banyak orang menilai dan menganggap yang terburuk.”

“Terlepas dari stereotip dan stigma bahwa kita adalah pedofil yang menyeramkan, sebenarnya tidak. Jika kalian mengenal kami, kami orang baik dan normal.”

“Jika kalian masih tidak suka atau menerimanya, tidak apa-apa. Tapi Anda tidak menemukanku datang dengan mengatakan, ‘Anda tidak melakukan ini, itu aneh.’”

“Aku di sini menjalani hidup dan melakukan apa yang aku sukai. Aku tidak pantas dibenci,” tutup Hart.

Benar, kita tidak berhak menghakimi pilihan Hart.

Editor: Try Sutrisno
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help