Hasto dan PDIP Dituding Pelindung Koruptor, Presiden PKS Sohibul Iman: Keterlaluan

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan oleh Sohibul Iman melalui akun Twitter @msi_sohibuliman yang diunggah pada Selasa (12/6/2018)

Hasto dan PDIP Dituding Pelindung Koruptor, Presiden PKS Sohibul Iman: Keterlaluan
Hasto dan Sohibul Iman 

Diberitakan sebelumnya, KPK menjaring dua kader PDIP, yakni Bupati Tulungagung Syahr Mulyo dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi.

Hasto pun mengaku banyak yang bertanya mengenai OTT tersebut.

"Saat ini saya sedang berada di Kota Blitar dan Tulungagung. Banyak yang bertanya, apakah OTT ini murni upaya pemberantasan hukum, atau sebaliknya, ada kepentingan politik yang memengaruhinya?" kata Hasto melalui keterangan tertulis, Minggu (10/6/2018), dikutip Kompas.com.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan apabila yang menjadi sasaran OTT adalah mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi.

"Hal ini mengingat bahwa yang menjadi sasaran adalah mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi dan merupakan pemimpin yang sangat mengakar," imbuhnya.

Baca: Data Polresta Manado Tahun Ini 21 Orang Meninggal Kecelakaan, Jalan Ini Paling Banyak Menelan Korban

Kedua kepala daerah tersebut sempat diminta KPK menyerahkan diri atas dugaan kasus korupsi. 
Mereka sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di Tulungagung dan Blitar.

Kedua kepala daerah itu diduga menerima suap dari pengusaha yang sama, yaitu Susilo Prabowo.

Samanhudi akhirnya menyerahkan diri dengan datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (8/6/2018) malam.

Baca: Ketua Progres 98 Sebut Jokowi jika Terpilih Perlu Perbanyak Rumah Sakit Jiwa, Ini Alasannya

"Wali Kota Blitar telah datang ke KPK. Kami hargai penyerahan diri tersebut," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat malam.

Sementara itu, Syahri disebut menyerahkan diri Sabtu sekitar pukul 21.30 WIB.

Halaman
123
Editor: Valdy Suak
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved