Ramadan 2018

Bolehkah Membayar Zakat Fitrah Pakai Uang? Berikut Ini Ulasannya Menurut Ulama Syafiiyyah

Dilansir dari NU Online, ulama Syafiiyyah sepakat bahwa zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada penerima zakat (mustahiq) dalam bentuk uang.

Bolehkah Membayar Zakat Fitrah Pakai Uang? Berikut Ini Ulasannya Menurut Ulama Syafiiyyah
Ilustrasi 

Setelah muzakki menerima beras, transaksi penerimaan zakat baru kemudian dijalankan sebagaimana biasanya.

Sementara ini, ada beberapa tempat yang sudah menjalankan sistem jual beli mirip seperti di atas, namun kesalahannya terletak pada beras yang dibuat transaksi jual beli bukan beras murni persediaan panitia, tapi beras yang telah diterima panitia dari hasil zakat beras orang lain yang terlebih dahulu datang kemudian beras zakat itu dijual kembali kepada muzakki lain yang datang kemudian.

Menjual beras zakat seperti ini tidak diperbolehkan.

Operasional relawan tak boleh diambil dari hasil zakat

Kedua, panitia yang tidak resmi mendapat Surat Keterangan (SK) dari pemerintah tidak dinamakan sebagai amil, mereka hanya berlaku sebagai relawan saja.

Artinya semua operasional tidak boleh dibebankan/diambilkan dari zakat.

Panitia seperti ini bisa mengambil untung dari hasil jual beli beras yang memang murni untung jual beli untuk kepentingan operasional.

Contoh, panitia mengumumkan, masyarakat yang ingin menyalurkan zakat melalui panitia dengan membawa beras silahkan datang dengan membawa beras 2,5 kg (ada pendapat yang 2,7 kg, silakan memilih).

Baca: LENGKAP! Ini Tata Cara Bayar Zakat Fitrah, Hukum, Bacaan Doa dan Niat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Bagi yang ingin membawa uang, besar nominalnya adalah Rp. 25.000,-

Jika sekarang beras standar diasumsikan dengan besaran harga Rp. 8.400,-/kg, maka setiap kali ada muzakki yang datang membawa uang, panitia akan untung Rp. 4.000,-/muzakki.

Halaman
1234
Editor: Valdy Suak
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved