Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump

Tugas Berat bagi Penerjemah di Pertemuan Trump dan Kim

Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un bakal memberikan ketegangan bagi dua penerjemah mereka.

Tugas Berat bagi Penerjemah di Pertemuan Trump dan Kim
AFP/Mandel Ngan and Ed Jones
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bakal memberikan ketegangan bagi dua penerjemah mereka.

Sebab, Bloomberg via TIME melaporkan Senin (11/6/2018), dua pemimpin dikabarkan sepakat menggelar pertemuan hanya ditemani penerjemah masing-masing.

Jenna Gibson, Direktur Komunikasi Institut Ekonomi Korea untuk Amerika (KEIA) berujar, potensi terjadi kesalahpahaman besar terjadi saat pertemuan.

Gibson berujar, ada perbedaan yang sangat kentara dalam kalimat dengan level formalitas yang biasanya dijumpai di Korea.

"Karena itu, penerjemah mereka harus mengambil opsi kalimat alternatif jika ingin perundingan berjalan lancar," tuturnya.

Ha Yeon Kim menceritakan pengalamannya ketika menerjemahkan kampanye Trump saat Pemilu Presiden 2016 kepada kanal televisi Korea Selatan (Korsel) Munhwa.

Saat itu, dia mengaku sangat terkejut dengan banyaknya bahasa "yang sangat tidak menunjukkan karakter presiden" yang keluar dari mulut Trump.

"Banyak sekali kata yang sangat agresif sehingga saya tidak menerjemahkannya secara mentah. Saya menyampaikan maksud Trump dengan lebih formal," ujar Ha.

Lonnie Edge, asisten profesor di Universitas Hankuk yakin, penerjemah Kim tidak akan mengartikan kalimat yang diucapkan Trump secara langsung.

Sebab, jika sampai Kim merasa tersinggung atau salah paham dengan maksud yang diinginkan Trump, maka dampaknya juga dirasakan si penerjemah.

Halaman
12
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help