Ketua Sinode GMIM Kritik Kebiasaan Bawa Smartphone ke Gereja, Minta Teladani Riedel dan Schwarz

Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina meminta warga GMIM, utamanya kaum muda meneladani semangat injili Riedle dan Scwarz.

Ketua Sinode GMIM Kritik Kebiasaan Bawa Smartphone ke Gereja, Minta Teladani Riedel dan Schwarz
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Melepas burung Merpati usai Ibadah syukur HUT ke-187 pekabaran injil dan pendidikan kristen GMIM di lapangan Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut, Selasa (12/6/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina meminta warga GMIM, utamanya kaum muda meneladani semangat injili Riedle dan Scwarz.

Keduanya adalah pembawa injil ke tanah Minahasa.

"Saya pernah ke Jerman, diundang ke tempat keduanya dilahirkan serta menimba ilmu," kata dia dalam khotbah pada ibadah syukur HUT ke-187 pekabaran injil dan pendidikan kristen GMIM di lapangan Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut, Selasa (12/6/2018).

Menurut Arina, keduanya sedari kecil rajin membaca Alkitab. Keduanya juga penuh dedikasi pada pekerjaan di ladang Tuhan.

"Saya sangat terkesan, keduanya lahir di Jerman, datang ke tanah Minahasa, melayani di Minahasa, menderita di Minahasa, mati pun di Minahasa," kata dia.

Sebut Arina, Riedel dan Schwarz tak hanya mengajarkan injil semata, tapi menggunakan pengaruh injil untuk memajukan masyarakat.

Keduanya mengusahakan pendidikan serta mengembangkan ketrampilan masyarakat.

"Ia mengajar pengetahuan, mengajar bertani bahkan hingga buat kue," kata dia.

Ia meminta para orang tua untuk mendidik anak anaknya dengan firman Tuhan.

Dirinya mengkritik kebiasaan bawa ponsel di gereja.

"Katanya ada aplikasi Alkitab, eh tak tahunya buka FB, padahal sedang ada penyampaian firman Tuhan," kata dia. (Art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help