PLN Gandeng Polisi Putuskan Sambungan Listrik di Mitra

PLN rayon Ratahan, Minahasa Tenggara, berjanji akan melakukan tindakan tegas pada pelanggan listrik pasca bayar atau meteran biasa.

PLN Gandeng Polisi Putuskan Sambungan Listrik di Mitra
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Kantor PLN Rayon Ratahan di Kelurahan Wawali Pasan Kecamatan Ratahan, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Perusahaan Listrik Negara (PLN) rayon Ratahan, Minahasa Tenggara, berjanji akan melakukan tindakan tegas pada pelanggan listrik pasca bayar atau meteran biasa.

Menurut Royke Karongkong, Manager rayon PLN Ratahan tindakan yang diambil berupa pemutusan listrik dan pencabutan meter.

"Ini kami lakukan bagi pelanggan yang menunggak di atas tiga bulan lamanya," kata Royke, Senin (11/6/2018).

PLN akan melibatkan pihak kepolisian dalam bertindak, mengingat dalam daftar yang ada sedikitnya ratusan pelanggan meter pasca bayar yang menunggak.

Jumlahnya mencapai 710 pelanggan, jika di kalkulasi nominalnya Rp 322 juta.

"Jika tidak juga ada itikad baik maka kami akan segera menurunkan tim untuk melakukan pemutusan listrik bagi pelanggan tersebut," tegasnya.

PLN berharap pelanggan yang menunggak tiga bulan belum bayar tagihan listrik, punya kesadaran untuk segera menyelesaikan tunggakan.

Kepada pelanggan lainnya kiranya jangan menunda pembayaran agar tidak muncul tunggakan, apalagi sampai berbulan-bulan.

"Jika tidak ingin ada pemutusan listrik maka diharapkan pelanggan segera melakukan pelunasan. Pembayaran bisa dilakukan di ATM, Kantor Pos, ataupun loket-loket PLN," kata dia.

Pelanggan penunggakan pembayaran listrik besar pengaruhnya pada pelanggan yang selama ini taat dalam melakukan pembayaran, mereka tersebar di wilayah Tombatu dan Belang.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help