Inilah yang Harus Diwaspadai Kapal Tujuan ke Sitaro

Kepala BPBD Sitaro Bob Wuaten meminta kepada nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di laut untuk lebih berhati-hati

Inilah yang Harus Diwaspadai Kapal Tujuan ke Sitaro
TRIBUNMANADO/JHONLY KALETUANG
kapal nelayan di parkirkan di pesisir Sitaro 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Aktivitas warga Kabupaten Kepulauan Sitaro tidak lepas dari laut, kabupaten ini memang terdiri dari 47 pulau baik yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni. Perubahan cuaca seperti angin selatan menyebabkan gelombang tinggi di Perairan Sitaro.

Mengingat gelombang terus terjadi, Kepala BPBD Sitaro Bob Wuaten meminta kepada nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di laut untuk lebih berhati-hati.  "Sampai saat ini kondisi gelombang laut masih tinggi, maka harus waspada," katanya.

Bahkan menurutnya, dengan kondisi gelombang laut, masyarakat dan kapal-kapal yang melintas diimbau untuk tetap waspada dan siaga.

"Terutama nelayan tradisional yang beroperasi di perairan Sitaro dan sekitarnya, Selain itu untuk masyarakat pesisir agar menghindari aktivitas di sekitar pantai karena potensi gelombang pasang dapat terjadi," tambahnya.

Dirinya menambahkan, ketika tidak ada aktivitas atau kegiatan yang penting, kiranya warga mengurungkan niat untuk bepergian. "Saat ini wilayah selatan gelombang cukup tinggi, jadi perlu waspada," lanjutnya.

Terpisah, Meylin salah satu penumpang kapal dengan ukuran kecil mengatakan, gelombang laut yang ada di luar cukup membuat penumpang kapal kewalahan.

"Ada rasa waswas ketika kapal penumpang ukuran kecil dihantam ombak, bahkan tak jarang sebagaian penumpang mengurungkan niat untuk berlayar," katanya.

Di sisi lain, ketika gelombang datang menghantam perairan Sitaro, sejumlah warga merindukan megaproyek pemerintah yakni bandara segera terealisasi pegerjaannya.

"Transportasi udara menjadi salah satu pilihan ketika laut tidak bersahabat. Semoga bandara yang menjadi kebanggaan warga Sitaro dapat segera digunakan," ujar Meylin. (Oly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help