Ini Dia, 7 Negara Punya Kebijakan Pajak Paling Konyol, Ada Pajak Bernapas!

Beberapa negara di dunia bahkan punya beberapa aturan pajak yang cukup aneh dan konyol bagi para warganya.

Ini Dia, 7 Negara Punya Kebijakan Pajak Paling Konyol, Ada Pajak Bernapas!
negara dengan kebijakan pajak paling konyol 

29 negara bagian di Amerika Serikat melegalkan mariyuana medis yang bisa dibeli dengan resep dokter dan 9 negara bagian juga melegalkan ganja sebagai narkotika.

Pemerintah federal Amerika Serikat menganggap ganja sebagai barang ilegal dan IRS mengharuskan bisnis yang menanam dan menjual ganja untuk membayar pajak lebih tinggi.

Tergantung dari lokasi, para pelaku bisnis ganja di Amerika Serikat akan diminta untuk membayar pajak sekitar 40 - 70% dari penghasilan mereka.

6. Amerika Serikat = pajak suap dan penghasilan ilegal

Dinas Pendapatan Internal Amerika Serikat (IRS) menuntut siapa saja yang menerima suap melaporkannya sebagai bagian dari penghasilan mereka.

Setelah itu, besaran suap tersebut akan dikenakan pajak dan harus dibayarkan.

Bhkan dalam kasus pencurian, pencuri juga harus membayar pajak yang sesuai dengan nilai pasar barang curian.

Mereka akan dibebaskan dari pajak jika mengembalikan barang curiannya pada tahun yang sama dengan saat mereka mengambilnya.

7. Tanzania = pajak blogging 

Bagi Anda yang aktif blogging, Anda beruntung tidak tinggal di Tanzania.

Pemerintah Tanzania menetapkan aturan pajak sebesar Rp5,7 juta tiap tahun bagi warganya yang membuat konten online.

Tak hanya berlaku untuk media blog saja, tapi juga untuk para anggota forum online, pembuat video Youtube, dan pelanggan konten online.

Setelah mendaftar dan membayar pajak pada pemerintah, para kreator konten ini baru akan mendapat lisensi.

Jika tidak punya lisensi tapi nekat, siap-siap saja didenda sebesar Rp32,5 juta atau penjara 1 tahun.

Artikel ini sudad ditayangkan Intisari_onlie dengan judul: 7 Negara Ini Punya Kebijakan Pajak Paling Konyol, Salah Satunya Pajak Bernapas!

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help