Bambang Racun Tikus Berbagi dengan Kaum Dhuafa, Saifudin Terharu Menerima Koko dan Kopiah

Bambang Racun Tikus rela menyambangi rumah warga kaum dhuafa untuk sekedar berbagi berkah menjelang hari raya idulfitri

Bambang Racun Tikus Berbagi dengan Kaum Dhuafa,  Saifudin Terharu Menerima Koko dan Kopiah
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Bambang Racun Tikus saat berbagi dengan kaum dhuafa 

Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera

KOTAMOBAGU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Bulan penuh berkat, dimanfaatkan orang untuk memberi sedekah kepada warga kurang mampu, namun berbedah dengan di Kotamobagu, justru mereka yang dianggap masyarakat kecil memberikan sedekah.

Bambang Racun Tikus, biasa mereka menyapanya. Pekerjaan seharinya, hanya menjual racun tikus keliling, namun pria ini memiliki hati tulus, karena tiap hari menyisikan hasil pendapatan dari penjualannya untuk warga miskin.

Tampang boleh biasa, namun hati luar biasa, sepenggal kalimat yang bisa diungkapkan untuk Bambang.

"Saya senang bisa mendapat koko dan kopiah, untuk dipakai sembayang saat Salat Id nantinya. Saya terharu," ujar Saifudin Haidari (50), warga Kampung Baru, Senin (11/6/2018).

Menurutnya, niat dari dia (Bambang) luar biasa, berprofesi sebagai penjual racun tikus keliling bisa memberikan sedekah.

"Saya tahu orang ini, tidak mengecap pendidikan, namun rajin dalam bekerja. Serta hatinya tulus. Tanpa kegiatan politik," ujar Saifudin.

Penjual racun tikus, Bambang mengatakan, setiap tahun memberikan baju koko dan kopiah kepada warga kurang mampu.

"Saya lakukan ini tulus dari hati," ucap Bambang.

Kata dia, pemberian ini tidak seperti orang yang memiliki uang banyak, sebab hanya disediakan 24 pakaian koko dan kopiah serta 6 sarung.

Tiap tahun diberikan untuk mereka yang benar miskin.

Dari pantauan tribunmanado.co.id. Bambang yang mengunakan celana ceper dan kaos omblong naik turun rumah membagi koko dan kopiah.

Dia harus berjalan kaki dari tempat dia menjual di bundaran Paris Kotamobagu ke rumah warga kurang mampu.

Menurut Bambang, ini bukan politik, namun hanya beramal, agar Tuhan memberikan kesehatan dan rejeki melimpah.

Ia menambagkan, tiap hari menyisikan hasil penjualan racun tikus Rp20 ribu, untuk kaum dhuafa.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help