Ini Penyebab Harga Daging Sapi dan Ayam di Kotamobagu Melonjak Jelang Idulfitri

Jelang Idul Fitri 1439 Hijriah, harga daging sapi dan ayam di pasar Kotamobagu, merangkak naik.

Ini Penyebab Harga Daging Sapi dan Ayam di Kotamobagu Melonjak Jelang Idulfitri
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Salah satu warga yang hendak membeli daging sapi di pasar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU- Jelang Idul Fitri 1439 Hijriah, harga daging sapi dan ayam di pasar Kotamobagu, merangkak naik.

Harga daging ayam yang biasa dijual pedagang Rp35 ribu per kilogram sekarang Rp 50 ribu, begitu juga daging sapi dari harga Rp100 ribu naik Rp120 ribu per kg.

Menurut Rustam Male, pedagang daging sapi di pasar Serasi, kenaikan harga ini baru sepekan lalu.
"Kenaikan harga daging sapi di Kotamobagu naik, di samping itu stok juga kurang, sehingga harus dipasok dari luar daerah," ujar Rustam Male, Minggu (10/6).

Kata dia, harga daging sapi tahun lalu, tidak seperti tahun ini. Per ekor dijual Rp 8-15 juta, sekarang bisa tembus Rp 25 juta. Kenaikan daging ini bukan hanya sapi, namun ayam juga.

Jafar Dunggio, pedagang ayam mengatakan, stok dipasok dari Provinsi Gorontalo.
"Saya siapkan stok selama dua atau tiga hari 700 ekor. Lalu kembali memesan lagi," ujar Jafar Dunggio.

Kata dia, jumlah permintaan masyarakat akan daging ayam selama Ramadan dan menyambut Idulfitri tinggi. Di tambah lagi stok daging ukuran 2,5 kilogram tidak ada di Kotamobagu.

Kenaikan harga daging ayam telah berlangsung hampir 10 hari lalu. Biasanya beli dari petani atau pegusaha daging ayam Rp18 ribu per kg, sekarang Rp25.500. Biasa dijual Rp35 ribu ukuran 1,4 kg naik menjadi Rp50 ribu rupiah.

"Harga paling tertinggi dijual Rp85 ribu untuk daging ayam ukuran 2,5 kilogram," ujar Jafar Dunggio. (ven)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help