Ini Komentar Ketua Sinode GMIM saat Peletakan Batu Pertama Monumen Lammers

Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr Hein Arina, memimpin ibadah dan meletakkan batu pertama di lokasi pembangunan monumen misionaris

Ini Komentar Ketua Sinode GMIM saat Peletakan Batu Pertama Monumen Lammers
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Ibadah Napak Tilas Pekabaran Injil dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Monumen Misioner Lemmert Lammers, Sabtu (9/6/2018) kemarin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Tiupan angin kencang dari Pantai Firdaus, Kema, Minahasa Utara, menambah suka cita pelaksanaan ibadah napak tilas pekabaran injil dan peletakkan batu pertama pembangunan monumen misioner Lemmert Lammers, Sabtu (9/6).

Pdt Dr Hein Arina, Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, memimpin ibadah dan meletakkan batu pertama di lokasi pembangunan monumen misionaris, diikuti BPMS dan Sekretaris Departemen GMIM dan Berty Kapojos, Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen ke-187 dan HUT GMIM Bersinode ke-84.

"Selain ibadah dan peletakan batu pertama pembangunan monumen misoner Lammers, Sabtu kemarin dilakukan napak tilas ke makam para misionaris di tanah Minahasa," kata Pdt Ventje Talumepa, Wakil Ketua BPMS Bidang kerja sama.

Para peserta napak tilas dibagi dalam dua grup. Untuk grup satu ketua jemaat dan ketua wilayah dari Bitung, Minut, Manado, Minahasa serta BPMS dan melakukan napak tilas ke makam misioner HJ Tendeloo di Airmadidi, makam A Mattern NP Wilken di Tomohon, ke makam misionaris Johan Gottlieb Schwarz dan Johhan Fredrick Riedel di Minahasa.

Untuk grup dua, ketua wilayah dan jemaat dari Tomohon, Mitra dan Minsel serta BPMS dan Sekdep GMIM bernapak tilas ke makam misionaris Kapelen di Ranoyapo Amurang dan berakhir di makam S Ulfers di Kumelembui Minsel.

"Bersyukur bisa melaksanakan peletakkan batu pertama bagi misionaris di tanah Minahasa. Semoga menjadi momen penting untuk ingat sejarah. Karena tidak kenal sejarah, kita tidak kenal diri sendiri," pesan Pdt Ventje.
Lokasi pembangunan monumen misionaris Lammers di Kema, merupakan tanah hibah ke GMIM oleh Pemprov Sulut melalui Pemkab Minut.

Ketua BPMS Sinode GMIM Pdt Hein Arina, berkhotbah diambil dari pembacaan Alkitab Ayub 5:17-27. Kata Pdt Arina, GMIM harus membuat strategi misi bukan hanya pendekatan historis saja.

"Harus tahu dan mengenal sejarah tentang hadirnya misionaris di Tanah Minahasa," kata Pdt Arina. (crz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help