Perawat Lupa Matikan Mesin Pengering Rambut, Kaki Bayi Ini Terpaksa Diamputasi

Perangkat itu mengembuskan udara panas pada kaki bayi laki-laki yang masih berusia empat hari tersebut selama setengah jam.

Perawat Lupa Matikan Mesin Pengering Rambut, Kaki Bayi Ini Terpaksa Diamputasi
Ist 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Dokter harus mengamputasi kaki bayi yang baru lahir setelah menderita luka bakar yang parah.

Dilansir Tribunnews.com dari The Sunpada Sabtu (9/6/2018), diketahui luka bakar tersebut berasal dari pengering rambut yang dibiarkan menyala di dekat kaki sang bayi oleh perawat yang ceroboh.

Perangkat itu mengembuskan udara panas pada kaki bayi laki-laki yang masih berusia empat hari tersebut selama setengah jam.

Korban yang diamputasi
Korban yang diamputasi (The Sun)

Dokter di Xincai Hospotal, di Kota Zhumadian, Cina ini harus mengamputasi kaki sang bayi untuk menyelamatkan nyawanya.

Kejadian ini sempat terekam dalam kamera CCTV yang memperlihatkan seorang perawat sedang mengeringkan bayi tersebut setelah mandi.

Hingga kemudian sang perawat meninggalkan bayi tersebut sementara pengering rambut masih menyala ke arahnya.

Ahli bedah di Zhumadian 159 Hospital, rumah sakit tempat bayi itu dipindahkan menjelaskan bahwa kulit sang bayi mulai retak.

"Jika dia telah memerhatikan bayi-bayi itu dan dengan cepat menyingkirkan pengering rambutnya, dia hanya akan menderita luka bakar ringan," kata sang ayah kepada TV Tiongkok.

Perawat yang mengeringkan tubuh bayi
Perawat yang mengeringkan tubuh bayi (The Sun)
Bayi yang ditinggalkan dengan pengering rambut yang masih menyala
Bayi yang ditinggalkan dengan pengering rambut yang masih menyala (The Sun)

"Bayi itu kemudian menderita cacat hanya empat hari setelah kelahiran. Seperti apa masa depannya nanti?" kata sang nenek yang merasa terpukul.

Dua bayi lainnya juga menderita luka bakar ringan tetapi menurut laporan, mereka juga sudah dirawat.

Perawat dan rekan-rekannya mengklaim bahwa mereka mengira peralatan itu sudah dimatikan sebelum dia meninggalkan ruangan.

Baik dia dan perawat lain yang dianggap bertanggung jawab atas kesalahan itu pun sudah dipecat.

Bayi itu ditempatkan di inkubator neonatal setelah lahir prematur pada 36 minggu.

Wakil direktur rumah sakit, Wan Yunfeng, meminta maaf kepada keluarga anak itu da nmenawarkan biaya medis sebesar 71 ribu poundsterling atau sekitar Rp 1,3 Miliar.

(Tribunnews.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Editor: Valdy Suak
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help