BI Siap Menambah Pasokan Uang, Bisnis Pegadaian Turun

Permintaan uang tunai untuk perayaan Lebaran pada tahun ini naik tinggi. Seminggu sebelum Lebaran

BI Siap Menambah Pasokan Uang, Bisnis Pegadaian Turun
ISTIMEWA
Pegadaian mengundi ratusan hadiah dengan hadiah utama paket wisata selama 7 hari di Jepang untuk dua orang dalam program kemilau tabungan emas pegadaian. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Permintaan uang tunai untuk perayaan Lebaran pada tahun ini naik tinggi. Seminggu sebelum Lebaran, semua uang tunai yang disiapkan oleh Bank Indonesia (BI) hampir habis diserap masyarakat.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, berdasarkan pantauan hingga Jumat (8/6) siang atau H-7 Lebaran, jumlah uang tunai yang telah ditukarkan masyarakat mencapai Rp 187,8 triliun. Jumlah itu setara dengan 99,8% dari Rp 188,2 triliun yang disiapkan BI.

Padahal persiapan uang tunai yang disiapkan BI pada tahun ini meningkat 15,3% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 163,2 triliun. Tingginya permintaan uang tunai Lebaran kali ini didorong oleh pemberian THR bagi PNS dan pensiunan.

"Sampai siang ini sudah Rp 187,8 triliun, sebanyak 22,8% diperuntukkan bagi masyarakat di Jabodetabek," jelas Rosmaya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (8/6).

BI memastikan pasokan uang tunai untuk perayaan Lebaran akan mencukupi. BI pun siap menambah persediaan uang tunai bagi masyarakat. "BI memastikan kebutuhan uang khususnya menjelang dan selama Lebaran cukup dan berjalan lancar, termasuk uang receh," ujar Rosmaya.

Lebaran, Bisnis Pegadaian Turun 5%

Sejumlah bisnis yang dijalankan PT Pegadaian menurun jelang Lebaran. Meski begitu ada bisnis lain yang justru meningkat menjelang libur panjang, misalnya saja jasa penitipan.

Menurut Direktur Utama Pegadaian Sunarso, pada momen mendekati Hari Raya Idul Fitri, bisnis gadai menurun. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, penurunan transaksi gadai di periode ini sekitar 4%-5% dari bulan biasa. Rata-rata transaksi Pegadaian tiap harinya mencapai 125.000 transaksi di seluruh Indonesia.

Menurut Sunarso, penurunan transaksi gadai ini didorong terpenuhinya kebutuhan uang tunai di masyarakat. Dus, nasabah Pegadaian lebih banyak yang menebus gadai pada periode ini.

Tren bisnis gadai biasanya akan meningkat pesat sebelum memasuki Ramadan seiring meningkatnya kebutuhan modal kerja masyarakat. Nah menjelang Lebaran, tren itu akan berbalik.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help