Home »

Bisnis

» Makro

Sentimen Eropa Bikin Rupiah Melemah ke Rp13.932 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terus melemah hingga 57 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp13.932 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan

Sentimen Eropa Bikin Rupiah Melemah ke Rp13.932 per Dolar AS
thikstockphotos
ilustrasi rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Nilai tukar rupiah terus melemah hingga 57 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp13.932 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (8/6).

Sementara kurs tengah, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatatkan rupiah pada posisi Rp13.902 per dolar AS. Posisi ini berbalik tajam dari kurs referensi rupiah kemarin, yang sempat menguat ke Rp13.868 per dolar AS.

Ibrahim, Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka melihat pelemahan rupiah hari ini karena terpapar sentimen dari luar negeri, yaitu rencana bank sentral Eropa, The European Central Bank (ECB), yang akan melakukan pelonggaran kualitatif.

"Hal ini karena inflasinya sudah mendekati dua persen, sekitar 1,9 persen. Jadi, mereka akan hentikan stimulus dan ini memberi dampak ke pelemahan rupiah," ucapnya.

Selain itu, ada pengaruh dari akan dilaksanakannya pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Menurutnya, hasil pertemuan itu bisa melemahkan rupiah karena permasalahan perang dagang AS dengan beberapa negara.

"Eropa, Rusia, China, dan Turki itu masih akan mempermasalahkan persoalan dagang mereka dengan AS," terangnya.

Lukman Leong, Analis Valbury Asia Futures melihat pelemahan rupiah yang cukup dalam pada hari ini disebabkan karena sudah semakin dekatnya pengumuman hasil rapat dewan gubernur bank sentral AS, The Federal Reserve (The Federal Open Market Committee/FOMC), pada 14 Juni mendatang.

"Selain itu, karena perdagangan akan libur panjang sampai satu pekan ke depan," katanya.

Sementara itu, mata uang negara di kawasan Asia lainnya kompak melemah bersama rupiah. Dolar Singapura melemah 0,19 persen, baht Thailand minus 0,19 renmimbi China minus 0,28 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,29 persen.

Lalu, peso Filipina minus 0,62 persen, won Korea Selatan minus 0,65 persen, dan rupee India minus hingga 0,9 persen. Hanya yen Jepang yang berhasil menguat dari dolar AS sebesar 0,36 persen.

Begitu pula dengan mata uang negara maju, semuanya rontok dari dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,08 persen, franc Swiss minus 0,29 persen, euro Eropa 0,32 persen, dolar Kanada minus 0,43 persen, dolar Australia minus 0,78 persen, dan rubel Rusia minus 0,78 persen.

Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help