Lebaran Idulfitri 2018

Sejarah Mudik Dari Ratusan Tahun Lalu, Perantau Kembali ke Kampung Halaman

Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya.

Sejarah Mudik Dari Ratusan Tahun Lalu, Perantau Kembali ke Kampung Halaman
KOMPAS/Moch S Hendrowijono
Stasiun KA Pasar Senen, menjadi stasiun paling sibuk untuk memberangkatkan KA ke arah timur. Sejak Kamis (10 Maret 1994), sekitar 4.000 dari 5.000 calon penumpang sudah diberangkatkan. Suasana di dalam kereta ekonomi pun panas dan penuh sesak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya.

Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.

Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga bertemu dengan orang tua.

Pilihan cara untuk kembali ke kampung halaman juga semakin beragam.

Ada yang naik kendaraan umum, ada pula yang memilih menggunakan transportasi umum.

Jika kembali ke masa lalu, seperti apa sejarah mudik?

Ternyata, ada cerita sejarah menarik di dalamnya.

Dosen Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Silverio Raden Lilik Aji Sampurno mengungkapkan bahwa mudik sudah ada sejak zaman Majapahit dan Mataram Islam.

"Awalnya, mudik tidak diketahui kapan. Tetapi ada yang menyebutkan sejak zaman Majapahit dan Mataram Islam, " Silverio yang dikutip dari Kompas.com.

Dulu, wilayah kekuasaan Majapahit hingga ke Sri Lanka dan Semenanjung Malaya.

Halaman
123
Tags
mudik
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved