Tajuk Tamu

Refleksi Hari Lahir Pancasila dan Harlah Bung Karno - Pentingnya Pelurusan Sejarah

Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 soal Hari Lahir Pancasila Tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan tanggal itu hari libur nasional.

Refleksi Hari Lahir Pancasila dan Harlah Bung Karno - Pentingnya Pelurusan Sejarah
Istimewa
Lexi Mantiri 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 soal Hari Lahir Pancasila Tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan tanggal itu hari libur nasional.

Kendati demikian, polemik tentang kapan hari Lahir Pancasila, masih berlanjut.

Polemik ini kembali terangkat dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) di salah satu televisi swasta, Selasa 5 Juni 2018.

Dalam acara yang dipandu Karni Ilyas itu, Prof Dr Refly Harun, pakar Hukum Tata Negara dengan tegas tidak sependapat dengan penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Menurut Refly, tanggal yang tepat lahirnya Pancasila adalah tanggal 18 Agustus 1945.

Bahkan, dia tidak sependapat jika Pancasila itu disebut hanya dicetuskan oleh Soekarno.

Ditambahkannya, Pancasila adalah hasil buah pemikiran semua pendiri-pendiri bangsa.

“Tanpa bermaksud mengatakan bahwa Soekarno tidak memiliki peran besar”, ungkapnya.

Pernyataan Refly ini menegaskan kembali pendapat-pendapatnya di media cetak akhir-akhir ini. Ada beberapa alasan yang dikemukakannya untuk menyangsikan tanggal 1 Juni.

“Saat sidang BPUPKI, sebelum Soekarno berpidato pada tanggal 1 Juni, terlebih dahulu Yamin dan Soepomo berpidato pada tanggal 29 Mei”, kilahnya.

Halaman
1234
Editor: Siti Nurjanah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved