Kabupaten Sumba Timur Belajar Tata Cara Pengelolaan BUM-Des di Minsel

DPRD Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan studi banding ke Kabupaten Minahasa Selatan.

Kabupaten Sumba Timur Belajar Tata Cara Pengelolaan BUM-Des di Minsel
ISTIMEWA
DPRD Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan studi banding ke Kabupaten Minahasa Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Andrew Alexander Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - DPRD Kabupaten Sumba Timur,  Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan studi banding ke Kabupaten Minahasa Selatan.

Studi banding ini diterima Sekda Minsel Drs Danny Rindengan atas nama Bupati Doktor (HC) Christiany Eugenia Paruntu SE dan Franky Donny Wongkar SH.

Selain anggota dewan, datang juga asisten satu dan 22 kepala desa Sumba Timur ke kabupaten berdikari cepat ini.

Rombongan ini melihat langsung tata cara pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Desa Kapoya dan Desa Talaitat, Kecamatan Suluun Tareran (Sulta).

Ketua Komisi A DPRD Sumba Timur Lukas Kaborang mengatakan, kedatangan mereka ke Kabupaten Minsel untuk mengetahui dan belajar bagaimana tata cara pengelolaan BumDes yang baik dan benar.

"Apabila BumDes dikelolah dengan baik dan benar, akan mampu serta bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan,"terang Kaborang, Kamis (7/8/2018).

Selain belajar pengelolaan BUMDes, para wakil rakyat dan kepala desa ini juga ingin mengetahui cara membuat minuman tradisional "Cap Tikus".

"Tujuan kegiatan studi banding ini juga, untuk mencari tahu cara pembuatan minum tradisional Cap Tikus, dimana pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat, namun untuk pemasarannya dilakukan oleh pelaku usaha yang memilik ijin. Hal ini sangat baik sekali," tutur Kaborang yang merupakan politisi Partai Nasdem.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumba Timur Jhon David mengungkapkan kekagumannya karena masyarakat Kabupaten Minsel masih menggunakan bahasa daeah dalam melakukan komunikasi.

 "Kami memilih daerah ini (Kabupaten Minsel), sebagai daerah tujuan kegiatan studi banding karena masyarakatnya ramah dan memiliki banyak kesamaan dengan masyarakat Sumba Timur,"jelas David.

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved