Harga Kopra Anjlok hingga Rp 5 Ribu Per Kg, Ini Komentar Anggota DPRD Sulut Dapil Minsel

Petani dan pengusaha kopra di Desa Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan, menjerit dengan kondisi harga yang anjlok.

Harga Kopra Anjlok hingga Rp 5 Ribu Per Kg, Ini Komentar Anggota DPRD Sulut Dapil Minsel
Istimewa
Billy Lombok 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Petani dan pengusaha kopra di Desa Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan, menjerit dengan kondisi harga yang anjlok.

Kopra merupakan produksi turunan buah kelapa yang banyak diproduksi petani di Provinsi Sulawesi Utara, hingga daerah ini dijuluki daerah nyiur melambai.

Masalah ini disampaikan anggota DPRD Sulut daerah pemilihan Minsel-Mitra Billy Lombok SH pada pelaksanaan rapat paripurna buka tutup masa sidang, laporan alat kelengkapan dewan dan hasil reses belum lama ini.
"Harga kopra menukik tajam sekitar Rp 5.000 per kilo," kata Lombok melalui rilis yang diterima Tribun Manado, Jumat (8/6).

Kata Billy, kondisi tersebut berpengaruh pada perekonomian masyarakat dan sebagai wakil rakyat tentunya kami wajib menyampaikan ini untuk dicarikan solusi, agar jangan sampai berdampak luas kepada masyarakat.

"Ini merupakan aspirasi yang kami dapat dari daerah pemilihan Minsel-Mitra saat melaksanakan reses, ditemukan harga kopra Rp 5 ribu sampai rp 6.500 per kg, ini harus ada solusi dari pemerintah," tegas politisi partai Demokrat ini.

Billy Lombok memberikan apresiasi atas respons pemerintah dalam hal ini Wakil Gubernur Steven Kandouw, yang hadir dalam paripurna itu untuk mendengar dan menerima aspirasi dari masyarakat.
Namun pihaknya menilai apa yang direspons pemerintah belum maksimal, jika tidak langsung ditindak lanjuti.

"Mengenai mekanisme pasar, tapi juga ada mekanisme intervensi pemerintah, alur yang dijelaskan bapak wakil gubernur sudah dapat dipahami dan perlu petani tahu. Tapi petani tentu mengharapkan solusi, solusi perdagangan diatur sedemikian rupa hingga kepentingan petani sulut tercover," urainya. (crz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help