Billy Lombok: Harga Kopra Menukik Tajam

Petani dan pengusaha kopra di Desa Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menjerit dengan kondisi harga yang anjlok.

Billy Lombok: Harga Kopra Menukik Tajam
Istimewa
Billy Lombok 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Petani dan pengusaha kopra di Desa Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menjerit dengan kondisi harga yang anjlok.

Kopra merupakan produksi turunan buah kelapa yang bagitu banyak hasilnya di provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sampai-sampai daerah ini dijuliki Nyiur melambai.

Masalah ini disampaikan anggota DPRD Sulut daerah pemilihan (Dapil), Minsel-Mitra Billy Lombok SH pada pelaksanaan rapat paripurna buka tutup masa sidang, laporan alat kelengkapan dewan dan hasil reses beberapa waktu lalu.

"‎Harga kopra menukik tajam sekitar rp 5.000 per kilo," kata Lombok dalam rilis resmi yang diterima Tribun Manado, Jumat (8/6/2018).

Kondisi tersebut berpengaruh pada perekonomian masyarakat dan sebagai wakil rakyat tentunya kami wajib menyampaikan ini untuk dicarikan solusi, agar jangan sampai berdampak luas kepada masyarakat.

"Ini merupakan dari aspirasi yang kami dapat dari daerah pemilihan Minsel-Mitra‎ saat melaksanakan reses, ditemukan harga kopra rp 5 ribu sampai rp 6.500 per kilo, ini harus ada solusi oleh pemerintah," tegas politisi partai Demokrat ini.

Billy Lombok memberikan apresiasi atas respons pemerintah dalam hal ini wakil gubernur Steven Kandouw, yang hadir dalam paripurna itu untuk mendengar dan menerima aspirasi dari masyarakat.

Namun pihaknya menilai apa yang direspons pemerintah belum maksimal, jika tidak langsung ditindak lanjuti.

"Mengenai mekanisme pasar, tapi juga ada mekanisme intervensi pemerintah, alur yang dijelaskan bapak wakil gubernur sudah dapat dipahami dan perlu petani tahu. Tapi petani tentu mengharapkan solusi, solusi perdagangan diatur sedemikian rupa hingga kepentingan petani sulut tercover," urainya.

Billy juga mengutip apa yang dijelaskan oleh wakil gubernur Provinsi Sulut Steven Kandouw terkait aspirasi harga koprah anjlok.‎ Dikatakan, masalah tersebut ada mekanisme harga pasar. Oleh gubernur telah diadakan pertemuan dengan para pengusaha.

Sulut dibanjiri dengan produk kopra dari daerah lain Maluku, Ternate, hingga mekanisme pasar berlaku, hasil kopra jadi begitu banyak. Dan tentu saja pemerintah terus akan mencari solusi.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help