Upaya Hambat Kemajuan Sulut, Olly Tahu Keadaan 'Dunia Persilatan' di Jakarta

Regulasi menghalangi Sulut maju menjadi pintu gerbang Indonesia di kawasan Pasifik, jangan heran jika Gubernur sering bolak balik Jakarta-Manado

Upaya Hambat Kemajuan Sulut, Olly Tahu Keadaan 'Dunia Persilatan' di Jakarta
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejumlah regulasi di pusat menghalangi Sulut maju menjadi pintu gerbang Indonesia di kawasan Pasifik.

Regulasi menghambat ini yang coba diterobos Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, sehingga jangan heran jika Gubernur sering bolak balik Jakarta - Manado.

Satu di antara regulasi penghambat yakni soal pembatasan barang ekspor-impor, waktu dulu Sulut hanya bisa berkutat dengan 3 jenis barang, makanan, pakaian dan elektronik.

Olly mengatakan, berhasil setidaknya menambah barang ekspor impor menjadi 7 jenis barang melalui Pelabuhan Bitung.

Hasil pertanian Sulut pun tak bisa dikirim langsung, karena regulasi ini

Contoh sederhana laimmya, Industri perikanan.

"Impor perikanan saja mesti ke Surabaya dulu baru ke Bitung," kata dia beberapa waktu lalu, ketika bersua wartawan di Rumah Dinas Gubernur.

Pelabuhan Bitung memang ada kendala untuk bisa maju berkembang, jika dibuka maka jadi ancaman daerah lain. Posisinya Bitung yang lebih dekat dengan Pasifik menjadi keunggulan

"Tanjung Perak dan Tanjung Priok yang lobi-lobi, Bitung ini supaya tidak dibuka, siapa sih yang tidak tahu dunia persilatan di Jakarta," ujar Olly

Sebab itu, Olly mengatakan, butuh kekuatan politik untuk menggerakan kekuasaan.

5 tahun pertama ini, ia akan sibuk membuka regulasi yang menghambat

"Jika 5 tahun kita atasi, 5 tahun berikutnya tinggal kita lihat apa hasilnya," ujarnya.

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help