Inilah yang Membuat Warga Sitaro Khawatir, Satu Alat di Pos Pemantau Karengetang Rusak

warga khawatir, jangan sampai terjadi aktivitas kegempaan, atau sampai terjadi letusan, petugas terlambat menyampaikan pada masyarakat

Inilah yang Membuat Warga Sitaro Khawatir, Satu Alat di Pos Pemantau Karengetang Rusak
TRIBUNMANADO/JHONLY KALETUANG
Aktivitas Gunung Api Karengetang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Aktivitas Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepuluan Sitaro terus dipantau petugas pengamatan gunung. Gunung Api Karangetang masuk dalam daftar gunung api teraktif di dunia.
Namun, salah satu alat yakni seismik analog sekarang lagi tidak jalan.

Karena tidak berfungsinya alat tersebut, warga khawatir, jangan sampai terjadi aktivitas kegempaan, atau sampai terjadi letusan, petugas terlambat menyampaikan pada masyarakat.  "Ada rasa cemas ketika mendengar alat
seismik di Arengkambing rusak, jangan sampai ketika peningkatan gejala kegempaan, atau berbagai aktivitas luput dari pantauan," kata sejumlah warga.

Sementara itu petugas pengatan Gunung Api Karangetang menegaskan, meskipun alat seismik yang ada di Arengkambing rusak, warga tidak perlu cemas, karena masih ada alat seismik sta Bebali.

"Untuk saat ini bukan asap yang menutupi Gunung Api Karangetang, melainkan kabut. Dan masih dalam status waspada," kata Didi Wahyudi petugas pengamatan gunung Api, Kamis (7/6).

Lanjut dia, peralatan yang ada di arengkambing memang masih belum jalan, karena akinya sudah tidak mengisi tegangan dari solar panel.

"Sebab yang membedakannya hanya pada ouputnya, Sta Arengkambing pakai seismik analog sedangkan yang di Bebali memakai seismik digital.

"Semoga tidak terjadi kerusakan juga pada sta yang ada di bebali," lanjut dia.
Sementara itu, untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan aktivitas dari Karangetang, pihaknya tetap merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas pada radius 1,5 kilometer dari kawah aktif dan perluasan ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya sejauh 2,5 km. (Oly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help