Keluhan Guru SMK di Mitra yang Tak Kunjung Terima Dana Sertifikasi

Janji manis selalu diterima guru sertifikasi SMK/SMK di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Keluhan Guru SMK di Mitra yang Tak Kunjung Terima Dana Sertifikasi
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Teny Ohy 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Janji manis selalu diterima guru sertifikasi SMK/SMK di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Setiap kali mempertanyakan hak mereka kepada dinas pendidikan provinsi Sulawesi Utara, hanya janji manis yang diterima bukan tunjangan sertifikasi.

Hampir tiga triwulan para guru sertifikasi SMA/SMK di Mitra tak kunjung diterima, dalam satu triwulan ada tiga bulan.

"Kami selalu disampaikan bahwa sertifikasi sementara diproses, minta bersabar. Begitu terus setiap kami datang dari Mitra ke Manado untuk pertanyaan selalu diberi harapan," keluh Frans, Guru SMK di Mitra.

Guru mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehata (PJOK) ini sangat membutuhkan haknya melalui tunjangan sertifikasi, akan dipakai untuk menopang hidup keluarga dan penyelesaian studi anak di perguruan tinggi (PT).

Memang sebagai guru sertifikasi tidak sepenuhnya bergantung disitu, karena ada juga upah tetap dan tunjangan sebagai seorang wakil kepala sekolah. "Itu kan hak kami," tambahnya.

Mengenai nominalnya sendiri, guru Frans mengaku sama seperti gaji pokok yang diterima yaitu rp 3 juta lebih. Jika sudah dicairkan untuk triwulan pertama saja Frans akan menerima tunjajgan sertifikasinya lebih dari Rp 9 juta.

"Nilainya berbeda, karena dilihat dari gaji per bulan sesuaikan dengan golongan," jelasnya.

Dia berharap, sebagai guru sertifikasi agar secepatnya dinas pendidikan provinsi melakukan pencairan terhadap sertifikasi. Karena selama ini prosesnya tidak menentu kapan diterima. "Kalau gaji tiap bulan sudah cair," pungkasnya.

Teny Ohy, Kepala sekolah SMKN 1 Ratahan, tidak menampik dengan kondisi belum diberikannya tunjangan sertifikasi terhadap para guru SMA/SMK. Namun semangat dan motivasi guru kerja tetap ada, karena pekerjaan guru bukan pekerjaan kantor.

"Kalau kantoran tidak dilayani tidak apa-apa bisa ditunda, kalau guru tetap harus mengajar meski belum terima tunjangan sertifikasi tidak putus ada. 100 persen kalau tidak ada tunjangan tidak kerja, bukan seperti itu Life style dan Life skill guru, ada sertifikasi atau tidak tetap mengajar karena profesi guru adalah pelayanan dan panggilan melayani dengan hati, bukan nanti ada uang baru kerja," kata dia.

Upaya agar pencairan tunjangan sertifikasi tak kunjung diberikan selalu dilakuka karena semua sudah ada, tinggal kendalanya diaturan berubah-ubah akuntabiitasnya dan pengelolaan keuangannya.

"Di SMKN 1 Ratahan ada 40 tenaga guru sertifikasi," tandasnya.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved