Macet Ancam Pariwisata Sulut, Turis Lelah di Perjalanan

Alunan kolintang di Museum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (5/6/2018) pagi, memukau Wang, turis asal Tiongkok.

Macet Ancam Pariwisata Sulut, Turis Lelah di Perjalanan
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Turis asal Tiongkok 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Alunan kolintang di Museum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (5/6/2018) pagi, memukau Wang, turis asal Tiongkok.

Tiga lagu berturut - turut dibawakan para ASN yang memainkan kolintang.

Lagu Ode to Joy karya Beethoven disusul lagu rohani hidup adalah kesempatan serta penutup sebuah lagu pop Mandarin The Moin Represent my heart yang dipopulerkan Teresa Teng.

Seolah kulintang barang baru yang datang dari planet, wanita cantik ini manatap tumpukan bilah kayu kolintang dengan takjub.

Pertanyaan tak henti ia lontarkan pada pegawai disitu lewat penerjemah.

Ia terlihat sangat bangga ketika diberi kesempatan memegang pemukul kolintang dan memukul bilahnya.

Saat barisan turis lainnya sudah bergerak ke bus, Wang masih saja memandangi bilah kolintang.

Begitupun saat bergerak ke bus, seolah "ruhnya" masih berada depan musik kolintang itu.

Alunan musik Kolintang seakan menjadi sebuah selingan yang menyenangkan bagi Wang dan kawan - kawan di Manado yang macet.

Begitu naik dalam bus, diresapinya kembali kemacetan yang menjengkelkan.

Halaman
123
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help