Bulan Ramadan Inflasi Sulut Relatif Terkendali

nflasi Sulawesi Utara (Sulut) tercatat menurun dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama di tahun sebelumnya

Bulan Ramadan Inflasi Sulut Relatif Terkendali
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Soekowardojo 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Inflasi Sulawesi Utara (Sulut) tercatat menurun dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama di tahun sebelumnya hingga ke level 0,55% (mtm).

"Inflasi tahun kalender Sulut tercatat sebesar 2,84% (ytd), dan inflasi tahunan sebesar 3,97% (yoy)," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Soekowardojo, Senin (4/6/2018).

Secara bulanan, inflasi Sulut pada Mei tercatat menurun dibandingkan dengan realisasi inflasi Sulut bulan sebelumnya 1,09% (mtm). Sedangkan inflasi nasional Mei tercatatsebesar 0,21% (mtm).

Berdasarkan komponennya, inflasi terjadi pada kelompok bahan makanan bergejolak (Volatile Foods/VF), dengan sumbangan sebesar 0,43% (smtm*).

Kelompok Core dan Admistred Price mengalami inflasi dengan andil masing-masing sebesar 0,07%(smtm*) dan 0,05% (smtm*).

Inflasi bulanan Mei 2018 terutama disebabkan oleh Tomat Sayur dan Bawang Merah. Inflasi kelompok Volatile Food (VF) tercatat sebesar 2,03% (mtm) yang terutama disumbang olehkomoditas tomat sayur, yang memiliki andil 0,37%, menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya, 1,21%.

Selain tomat sayur, komoditas lain yang memberikan sumbangan inflasi dari kelompok VF yaitu bawang merah.

Penyebab tingginya inflasi kelompok VF terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan terkait perayaan hari besar keagamaan dan curah hujan yang tinggi pada Mei sebagaimana prakiraan BMKG Sulut.

Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, pasokan tomat sayur cenderung mengalami penurunan yang disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu membuat petani mendorong bersikap "menunggu" untuk menghindari risiko kerusakan.

Halaman
12
Penulis: Herviansyah
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help