Niko Berharap Bisa ke Israel: ASITA Alihkan Wisata ke Vatikan

Ribuan calon wisatawan dari Indonesia tujuan Israel-Palestina harap-harap cemas. Mereka tak bisa berziarah ke kota suci

Niko Berharap Bisa ke Israel: ASITA Alihkan Wisata ke Vatikan
AFP/HAZEM BADER
Suasana di Gereja Nativity, tempat Yesus Kristus dilahirkan di Betlehem, Tepi Barat, Palestina 

TRIBUNMANADO.CO.ID MANADO - Ribuan calon wisatawan dari Indonesia tujuan Israel-Palestina harap-harap cemas. Mereka tak bisa berziarah ke kota suci seperti Yerusalem dan Betlehem. Pemerintah Israel menolak turis berparpor Indonesia.

Kebijakan itu ikut memukul sektor penyedia jasa wisata seperti travel. Marcel HMT Tour and Travel Manado mengatakan, saat ini, ada yang sudah mendaftar untuk berangkat ke Israel. "Tapi kami masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Indonesia dan juga travel pusat. Kami kerja sama dengan travel di pusat," katanya kepada tribunmanado.co.id, Jumat (1/6/2018).

Beda dengan Matracom Tour and Travel. Travel di Manado ini belum punya peserta trip yang mendaftar untuk berangkat ke Israel. "Terakhir itu bulan November tahun 2017, kami memberangkatkan peserta tour holy land ke Israel,” kata seorang petugas travel.

Lanjut dia, kalau ada yang sudah mendaftar dan sudah melakukan pembayaran namun jika ada masalah seperti pelarangan, akan mengembalikan uang tetapi sudah tidak full lagi.

Baca: Protes Israel: Pdt Keintjem Kaget Tak Bisa ke Yerusalem, Pastor Boseke Tunggu Perkembangan

Hasmi Palamani, Amanda Tour and Travel menambahkan, pihaknya sediakan paket wisata ke Israel. Tetapi untuk saat ini belum ada peserta yang mendaftar untuk perjalanan ke Israel.

Lain halnya dengan warga Bitung, Niko Kandareto yang berencana wisata rohani ke Israel pada September. Dikatakannya, perjalanan ke Israel rencana bersama 15 anggota keluarga di Manado dan Surabaya.

"Untuk pendaftaran kami lakukan di travel Surabaya, tapi yang urus kakak di sana termasuk biaya ke Israel di tanggung sama mereka,” katanya.

"Menurut informasi kakak, dengan adanya penolakan paspor Indonesia ke Israel, mereka masih menunggu informasi selanjutnya dari pihak travel. Apakah bisa melanjutkan keberangkatan atau tidak setelah adanya aksi penolakan ini," katanya.

Ketua Umum Asosiasi Tour Travel Agent Indonesia (Asita) Asnawi Bahar mengatakan, Israel terlalu provokatif dalam menanggapi isu. Padahal hal itu bisa merugikan mereka.

Asnawi melihat hal tersebut sebagai dinamika politik internasional, juga dampak dari tindakan-tidakan Israel di Timur Tengah, yang direspon oleh Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help