WNI Dilarang Masuk ke Israel untuk Ziarah: Menag Menyesalkan

Pemerintah Israel akan melarang turis asal Indonesia yang hendak masuk ke Israel untuk melakukan ziarah keagamaan.

WNI Dilarang Masuk ke Israel untuk Ziarah: Menag Menyesalkan
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Israel akan melarang turis asal Indonesia yang hendak masuk ke Israel untuk melakukan ziarah keagamaan. Diketahui, Israel adalah pintu masuk untuk melakukan ziarah keagamaan penganut tiga agama, Islam, Kristen dan Yahudi.

Kebijakan tersebut mulai berlaku tanggal 9 Juni 2018. Kebijakan itu diterbitkan diduga sebagai bentuk balasan atas pelarangan turis asal Israel masuk ke Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah adanya larangan dari Israel tersebut terkait politik. "Tidak terkait politik," ujar Retno.

Menurut Retno, pelarangan itu menyangkut teknis pemberian visa oleh suatu negara. Oleh sebab itu, ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM yang berwenang mengurusi persoalan visa.

Baca: Israel Lakukan Serangan Balasan di Gaza usai Dihantam Puluhan Roket Hamas

"Jadi sekali lagi ini masalah teknis visa yang jadi kewenangan Pak Menkumham," ucapnya.
Retno pun menjelaskan bahwa pada prinsipnya setiap negara memiliki hak atau kewenangan untuk memberikan, menolak dan menunda visa. "Itu adalah hak dari setiap negara. Setiap negara punya hak untuk memberikan visa, menolak visa dan menunda visa," tuturnya.

Menlu mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, sebab hal itu menyangkut teknis pemberian visa.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Menkumham karena ini adalah masalah teknis visa yang menjadi kewenangan pak Menkumham dan besok saya berjanji dengan pak Menkumham untuk bertemu kembali," ujar Retno.
"Jadi sekali lagi ini masalah teknis visa yang jadi kewenangan pak Menkumham," tegas Retno.

Retno menjelaskan bahwa pada prinsipnya setiap negara memiliki hak atau kewenangan untuk memberikan, menolak dan menunda visa. Saat ditanya apakah kebijakan tersebut terkait politik, mantan Duta Besar RI untuk Belanda ini membantahnya.

Gereja Makam Yesus di Yerusalem
Gereja Makam Yesus di Yerusalem (afp)

"Itu adalah hak dari setiap negara. Setiap negara punya hak untuk memberikan visa, menolak visa dan menunda visa," tuturnya.
Menag Sesalkan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyesalkan adanya larangan bagi WNI masuk ke Israel untuk melakukan ziarah keagamaan. Terkait hal itu Menag pun segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri agar masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

Dia mengatakan, sebagai kota suci, Yerusalem banyak dikunjungi warga Indonesia untuk beribadat. Seharusnya Israel memahami ini. Sehingga tidak sepatunya Israel melarang umat beragama untuk mengunjungi kota suci.

"Oleh karenanya agar Israel juga bisa memahami hal ini, jadi larangan itu mestinya tidak terkena pada kota-kota suci yang menjadi milik warga dunia. Karena setiap penduduk dunia mestinya punya hak yang sama untuk mengunjungi tempat-tempat suci," kata Lukman. (kps/rin/wly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help