Teladan Toleransi dari Bumi Kawanua: Umat Khonghucu Gagas Buka Puasa Bersama Yatim Piatu

Mereka berbaur bersama sedikitnya 200-an umat Khonghucu di Manado dan sekitarnya yang menjadi penggagas acara.

Teladan Toleransi dari Bumi Kawanua: Umat Khonghucu Gagas Buka Puasa Bersama Yatim Piatu
Istimewa
Umat Khonghucu berbagi bersama anak-anak panti asuhan yang hadir dalam buka puasa bersama di Klenteng Kongzi Miao, Manado, Kamis (31/5/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sulawesi Utara dikenal daerah toleran. Kehidupan masyarakatnya dilandasi nilai-nilai toleransi yang mengakar kuat.

Semangat tersebut harus terus dipelihara dan dijaga. Kira-kira itulah yang menjadi dasar kenapa umat Khonghucu Sulawesi Utara menggelar Buka Puasa Bersama Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa di Klenteng Kongzi Miao, Manado, Kamis (31/5).

Meskipun, tokoh utama acara, Ny Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid–istri mendiang Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid–batal hadir, acara berjalan.

Buka puasa ini dihadiri sedikitnya 350 anak-anak penghuni panti asuhan di Manado, kaum dhuafa. Mereka berbaur bersama sedikitnya 200-an umat Khonghucu di Manado dan sekitarnya yang menjadi penggagas acara.

Atraksi budaya Barongsai dan Tarian Kabasaran berkolaborasi dalam buka puasa bersama di area Klenteng Kongzi Miao, Manado, Kamis (31/5/2018).
Atraksi budaya Barongsai dan Tarian Kabasaran berkolaborasi dalam buka puasa bersama di area Klenteng Kongzi Miao, Manado, Kamis (31/5/2018). (Istimewa)

Atraksi barongsai, Tarian Kabasaran menyelingi buka puasa bersama. Menegaskan persaudaraan rukun dalam perbedaan.

Ketua Nadhatul Ulama Sulut, Drs H Sya’ban Mauluddin, Ferry J. Sangian, Kadis Kebudayaan Sulut dan Kepala Kanwil Kemenag Sulut Dr H Abdul Rasyid MAg  membawakan sambutan.

Sebelum waktu berbuka puasa tiba, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur LAC menyirami iman umat lewat tauziah Ramadan

Momen terbaik ketika waktu salat maghrib tiba. Panitia telah menyiapkan sebuah ruang khusus di sisi Klenteng Kongzi Miao.

Umat salat mahgrib di area Klenteng Kongzi Miao Manado usai buka puasa bersama, Kamis (31/5/2018).
Umat salat mahgrib di area Klenteng Kongzi Miao Manado usai buka puasa bersama, Kamis (31/5/2018). (Istimewa)

Mereka yang berpuasa pun bersujud, berdoa di area klenteng, tempat umat Khonghucu biasa berdoa. Sebuah pemandangan yang mungkin sulit kita dapati di tempat lain di Nusantara.

Ketua dan Sekretaris Panitia, Annita Pontoh dan Sofyan Jimmy Yosadi berterima kasih kepada semua pihak yang membantu sehingga acara buka puasa bersama sukses meskipun Ny Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid batal hadir.

Panitia buka puasa bersama umat Khonghucu Manado diabadikan usai acara di Klenteng Kongzi Miao, Manado.
Panitia buka puasa bersama umat Khonghucu Manado diabadikan usai acara di Klenteng Kongzi Miao, Manado. (Istimewa)

“Kami ingin semangat persaudaraan, toleransi, hidup rukun dan damai dari Sulawesi Utara bisa digaungkan di Nusantara. Sulut harus terus merawat kerukunan,” ujar Yosadi yang mengingatkan soal predikat Manado sebagai Kota Paling Toleran di di Indonesia oleh Setara Institure pada 2017.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help