Mengapa Setelah Ditangkap, Dua Anggota al-Qaeda Malah Dapat Uang Rp 1,6 Miliar?

Abd al-Nashiri diduga otak dibalik serangan terhadap kapal USS Cole di Yaman pada tahun 2000, yang menewaskan 17 orang.

Mengapa Setelah Ditangkap, Dua Anggota al-Qaeda Malah Dapat Uang Rp 1,6 Miliar?
istimewa
Ilustrasi: Anggota Alqaeda 

 TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua negara di eropa ini harus mendapatkan hukuman dari Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR), alasannya kedua negara itu telah melakukan penyiksaan terhdapa tahanan. Negara itu adalah Lithuania dan Rumania.

Kedua negara itu dituding menyiksa dua tahanan masing-masing bernama Abu Zubaydah dan Abd al-Nashiri. Oleh karenanya kedua negara wajib membayar ganti rugi kepada keduanya, masing-masing Rp 1,6 miliar

Seperti dilansir BBC, Abu Zubaydah ditangkap karena diduga perekrut utama al-Qaida di tahun 1990-an. Dia kemudian menjadi pengatur utama, yang menghubungkan Osama bin Laden dengan sel-sel al-Qaida lainnya.

Sementara Abd al-Nashiri ditangkap memimpin operasi al-Qaida di daerah Teluk. Ia diduga otak dibalik serangan terhadap kapal USS Cole di Yaman pada tahun 2000, yang menewaskan 17 orang.

Kedua tahanan mengalami penyiksaan dan perlakukan tak manusiawi atas kerjasama kedua negara itu dengan CIA.

Baik Lithuania maupun Rumania telah memungkinkan CIA melakukan pemindahan para terduga pelaku ke penjara-penjara lain sehingga membuat mereka mengalami "risiko serius perlakuan buruk lanjutan pada masa yang tidak bisa diperkirakan".

Para terduga al-Qaida itu dilaporkan berkali-kali mengalami penyiksaan waterboarding, penamparan, posisi menyakitkan dan pengurangan jam tidur. Waterboarding adalah penenggelaman buatan dan telah dinyatakan sebagai suatu bentuk penyiksaan oleh pemerintahan Barack Obama. (*)

Tags
terorisme
Editor: Charles_Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help