Rumah Panggung Khas Minahasa di Ekspor ke Maldives

Karena bentuknya yang unik rumah panggung khas Minahasa di ekspor ke Maldives karena banyak diminati oleh pasar luar negeri

Rumah Panggung Khas Minahasa di Ekspor ke Maldives
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Darwin Muksin 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rumah panggung khas Minahasa menjadi komoditas unggulan dari Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini karena bentuknya unik dan memiliki kualitas internasional.

"Memang rumah panggung yang menjadi ciri khas Minahasa banyak diminati oleh pasar luar negeri," ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Darwin Muksin, Rabu (30/5/2018).

Muksin menambahkan tak heran hampir setiap bulan rumah panggung diekspor berbagai negara di dunia. Seperti pada April 2018 dilakukan ekspor ke Maldives sebanyak satu unit dengan nilai 5.250 dolar AS. "Hal ini tentu saja cukup membanggakan," katanya.

Untuk itu akan berusaha mencari pasar baru untuk rumah panggung asal Sulut, karena potensinya masih cukup besar.

Rumah tradisional tersebut banyak dibeli dari berbagai negara, selain karena bentuknya bagus, kualitas baik dan juga tahan gempa. Pusat pengrajin rumah panggung di Sulut terdapat di Woloan Kota Tomohon.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Moh Edi Mahmud mengungkapkan ekspor nonmigas Sulawesi Utara (Sulut) pada April mengalami peningkatan sebesar 7,62 persen dibandingkan Maret 2018 yang senilai 94,07 juta dolar AS. Jumlah tersebut terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhinya.

"Sedangkan jumlah tersebut meningkat dibanding dengan bulan yang sama tahun 2017 naik 10,85 persen," ujarnya.

Peningkatan ini antara lain disebabkan oleh naiknya nilai ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati, yang mendominasi nilai ekspor non migas di Sulut.

Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada April 2018 masih diduduki oleh lemak dan minyak hewan/nabati, yakni senilai 69,10 juta dolar AS sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah Bahan Bakar mineral senilai 6,14juta dolar AS.

Sedangkan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulut pada April 2018 adalah Belanda sebesar 25,15 juta dolar AS.Untuk negara pemasok terbesar adalah Malaysia 6,30 juta dolar AS.

Pengamat Ekonomi Unima Robert Winerungan mengungkapan kondisi melemahnya rupiah saat ini harus di manfaatkan untuk menggenjot ekspor produk unggulan ke berbagai negara.

Penulis: Herviansyah
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help