Kontraktor Proyek Tambatan Perahu di Mitra Di-Blacklist, Ini Alasannya!

Pembangunan tambatan perahu nelayan di Desa Tumbak Kecamatan Posumaen, Mitra, Sulawesi Utara, sangat disayangkan tidak terealisasi.

Kontraktor Proyek Tambatan Perahu di Mitra Di-Blacklist, Ini Alasannya!
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Kondisi proyelk tambatan perahu di Desa Tumbak Kecamatan Posumaen, Mitra, tak selesai.

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pembangunan tambatan perahu nelayan di Desa Tumbak Kecamatan Posumaen, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, sangat disayangkan tidak terealisasi.

Hal ini ditemukan oleh Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah tahun 2017 saat melakukan turun lapangan.

Untuk itulah rekomendasi yang dikeluarkan Pansus LKPJ kepada instansi terkait, dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mitra menjadi suatu kebutuhan yang urgen.

"Oleh karena itu pembangunan ini pada tahun anggaran berikutnya perlu ditindaklanjuti," tulis pansus LKPJ yang diketuai Meldi Untu dari fraksi Partai Golkar, dalam rekomendasi yang diberikan.

Di tempat terpisah, Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Mitra memberikan penjelasan mengenai proyek yang dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk tahun 2017.

"Jadi kami dinas, sudah melihat dalam proses pengerjaannya resi pekerjaan dan anggaran 30 persen. Ada indikasi masalah sehingga kami menahan pencairannya," jeas Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Robby Rondo.

Dia kemukakan persoalan pembangunan tambatan perahu di desa Tumbak.

Masalahnya ada pada pihak ketiga yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan.

Total anggaran pembangunan tambatan itu mencapai Rp 900 juta sesuai nilai kontrak.

"Karena tidak bisa menyelesaikan pengerjaan dan ada indikasi masalah kami mem-blacklist pihak ketiganya dan kelanjutan pembangunan itu telah dibuka tender tahun ini dengan nilai sisa dari 30 persen anggaran Rp 900 juta," jelasnya.

Pihaknya dalam proyek ini sudah berkali-kali sampaikan kepada pihak ketiga, baik dalam rapat dan pertemuan lainnya agar menambah tenaga untuk menyelesaikan proyek itu.

Namun dalam perjalanan waktu, tidak diindahkan sehingga lewat masa waktu sempat ditambah waktu 50 hari tidak indahkan.

Upaya iktikad baik dari dinas diberikan namun tetap saja mereka tidak indahkan.

"Kami terus upayakan buat agar supaya nelayan punya tempat tambat peruhu. Perahu jenis pajeko maksimal 20 gross tone (GT)," tukasnya.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved