WOW! Pria Asal Indonesia ini Berhasil Tumbuhkan Sayur Raksasa, Namun Akhirnya Kesulitan

Ratusan buah sayur dari tanaman rambat, yang daging buahnya mirip oyong gambas atau yang dalam bahasa Banjar disebut karawilan.

WOW! Pria Asal Indonesia ini Berhasil Tumbuhkan Sayur Raksasa, Namun Akhirnya Kesulitan
BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Sahdini, warga Desa Kalibaru, Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah, memperlihatkan sayur blustru hasil kebunnya yang satu buahnya panjangnya mencapai satu meter lebih, Minggu (13/5/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Upaya Sahdini (50) memperkaya jenis sayuran baru di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, membuahkan hasil.

Warga Desa Kalibaru, Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah ini berhasil pengembangkan jenis sayuran baru yaitu blustru, jenis sayuran yang bentuknya mirip timun jepang, namun buahnya sangat menakjubkan, karena panjangnya rata-rata mencapai satu meter.

Sahdini, yang juga aparat sipil negara (ASN) di sekretariat KPU Hulu Sungai Tengah ini, kini berhasil menanam jenis sayuran baru di Bumi Murakata, yang dia tanam di pekarangan belakang rumahnya yang cukup luas dan kini siap panen.

Ratusan buah sayur dari tanaman rambat, yang daging buahnya mirip oyong gambas atau yang dalam bahasa Banjar disebut karawila tersebut, terlihat begelantungan.

"Bibit bijinya ini dari Papua, saya dapatkan dari saudara saya di Bati Bati, Pelaihari yang juga hobi bertani," tutur Sahdini, ditemui dikebun belakang rumahnya, Minggu (13/5/2018).

‎Sayang, meski buahnya cukup berlimpah, Sahdini mengatakan kesulitan memasarkan, karena jenis sayuran ini terlalu panjang, sehingga tak cukup praktis di tawarkan ke pasar sayuran.

Sahdini, warga Desa Kalibaru, Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai T memperlihatkan sayur blustru hasil kebunnya yang satu buahnya panjangnya mencapai satu meter lebih, Minggu (13/5/2018).
Sahdini, warga Desa Kalibaru, Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai T memperlihatkan sayur blustru hasil kebunnya yang satu buahnya panjangnya mencapai satu meter lebih, Minggu (13/5/2018). (BANJARMASINPOST.co.id/hanani)

Jika dipotong-potong, dikhawatirkan kata dia menjadi cepat rusak, atau busuk. Kecuali disimpan dalam lemari es.

"Sebenarnya, ini baru percobaan, saya menanamnya tiga bulan yang lalu, dan sudah berbuah. Jika ada yang berminat menanam sendiri, saya menyediakan bibit bijinya," katanya.

Diakui, jenis sayuran ini belum familiar di masyarakat HST.

Buahnya yang rata-rata panjangnya mencapai satu meter kadang membuat orang yang melihatnya heran.

Halaman
12
Editor: Try Sutrisno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved