Lima Saksi Ditargetkan JPU Dalam Sidang Pemecah Ombak Pekan Depan

Tim jaksa penuntut umum (JPU) menargetkan lima saksi dalam sidang korupsi pemecah ombak Likupang untuk hadir pekan depan

Lima Saksi Ditargetkan JPU Dalam Sidang Pemecah Ombak Pekan Depan
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Sidang korupsi pemecah ombak Likupang, Kabupaten Minahasa Utara 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tim jaksa penuntut umum (JPU) menargetkan lima saksi dalam sidang korupsi pemecah ombak Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pekan depan.

Hal itu dikatakan oleh Bobby Ruswin salah satu JPU ketika ditemui Tribun Manado, Jumat (25/5/2018) di Pengadilan Negeri Manado.

"Rencanya lima saksi kalau tidak berhalangan," kata dia.

Akan tetapi Bobby masih enggan membeberkan siapa saja saksi yang dipanggil nanti.

"Kita tunggu saja siapa yang hadir," kata dia.

Diketahui dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara ini bergulir di Kejati Sulut sejak tahun 2016.

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu LSM yang menemukan keganjalan bahwa proyek berbandrol Rp 15 Miliar tersebut, tidak melaui proses tender melainkan penunjukkan langsung.

Kejati Sulut kemudian menyeret tiga terdakwa ke meja hijau yakni Rosa Tindajoh mantan kepala BPBD Minut, Robby Moukar selaku kontraktor, dan Steven Solang selaku PPK.

Tak lama kemudian, Kejati Sulut juga menetapkan satu tersangka baru, yakni Direktur BNPB inisial JT alias Junjungan.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved