Sidang Kasus Pemecah Ombak di Likupang

Kasus Pemecah Ombak - Saksi Mengaku Bersama Bupati Minut Antar Uang 2 Dus ke Kantor BNPB

Nama bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) kembali disebut dalam sidang dugaan korupsi pemecah ombak

Kasus Pemecah Ombak - Saksi Mengaku Bersama Bupati Minut Antar Uang 2 Dus ke Kantor BNPB
ISTIMEWA
Steven Solang jadi saksi di sidang kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak Desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut), di Pengadilan Negeri (PN) Manado, pada Rabu (23/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Nama bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) kembali disebut dalam sidang dugaan korupsi pemecah ombak Desa Likupang Kabupaten Minut, di Pengadilan Negeri (PN) Manado,  Jumat (25/5/2018).

Kali ini nama orang nomor satu di Minut itu, disebut oleh terdakwa Steven Solang, Pejabat Pelaksana Teknis (PPK) dalam proyek tersebut.

Dalam nyanyiannya, Steven mengaku bahwa membawa uang sebanyak dua dus ke kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

"Kami berempat yang ke Jakarta, yakni Bupati Vonnie Anneke Panambunan, dr. Rosa Tindajoh, dan Steven Koloai selaku Kadis PU Minut," kata dia.

Steven juga memastikan bahwa isi dalam kardus tersebut adalah uang. "Saya dan pak Steveb Koloai yang pegang kardusnya," ujarnya.

Sayangnya, Steven tak tahu kepada siapa uang itu diantarkan.

"Saya tak tahu diantar kemana, karena saya hanya tunggu di mobil. Seingat saya mobilnya merk Alphard warna putih," bebernya.

Selain itu, Steven juga mengatakan bahwa melihat seorang perempuan mengantar uang ke kantor BPK untuk mengganti kerugian negara.

"Yang saya tahu perempuan dan orang kepercayaan Bupati. Uang yang dia antar sekitar Rp 3,5 Miliar," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved