Aniaya Adrianto Adam Pakai Sajam di Kombos, Begini Pengakuan 3 Tersangka

Tim Buser dan Reskrim Poksek Singkil mengamankan tersangka penganiayaan dan penikaman menggunakan sajam terhadap Adrianto Adam (24).

Aniaya Adrianto Adam Pakai Sajam di Kombos, Begini Pengakuan 3 Tersangka
TRIBUN MANADO/INDRI PANIGORO
Tim Buser dan Reskrim Poksek Singkil mengamankan ketiga tersangka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tim Buru Sergab (Buser) dan Reskrim Kepolisian Sektor (Poksek) Singkil mengamankan tersangka penganiayaan dan penikaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam) terhadap Adrianto Adam (24), warga Maasing, Lingkungan 2, Kecamatan Tuminting, Manado, Sulawesi Utara.

Peristiwa terjadi di Kombos Barat, Kecamatan Singkil, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (23/5/2018) sekira pukul 05.00 Wita.

Tersangkanya berjumlah tiga orang, dua di antaranya yakni AP (20), dan FRB (24), hanya melakukan penganiayaan dengan tangan kosong, sedangkan satu di antaranya lagi yakni RL (19), menggunakan senjata tajam (sajam).

Ketiganya merupakan warga Kombos Barat lingkungan 3, Kecamatan Singkil.

Kepada TribunManado.co.id, Kamis (24/5/2018) di ruang Reskrim Polsek Singkil, ketiga tersangka penganiayaan baik dengan tangan kosong dan sajam mengungkapkan alasan mereka menghajar korban.

"Korban ini sering mengantar perempuan di lorong kami yang berumur sekitar 14-15 tahun. Dan sih perempuan ini adalah anak lorong kami. Tapi si korban ini kadang mengantar pulang hingga menjelang pagi," kata salah satu dari mereka yang terus diiyakan oleh tersangka lainnya.

"Torang (kami) tidak mau anak-anak gadis lorong kami bergaul di jalan yang salah, apalagi sih korban ini yang sering antar adik di lorong kami ini badannya dipenuhi dengan tato," terangnya.

"Kami hanya menjaga anak-anak gadis di lorong kami. Niat kami hanya menjaga anak lorong, apalagi sih anak lorong yang sering korban antar pulang ini orangtuanya baru meninggal. Kami tidak mau ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan ini," aku AP didampingi FRB dan RL sambil memeragakan aksinya saat menganiaya korban.

Sekedar diketahui, kronologi penganiayaan yang berujung pada penikaman di pagi itu, Rabu (23/05/2018) itu terjadi saat korban baru saja mengantar teman wanitanya di kompleks para tersangka.

Namun saat hendak kembali ke kediamannya, dalam perjalanan keluar gang (lorong) Kombos yang tak jauh dari lorong Multimart Wonasa itu, sepeda motor korban diadang oleh tersangka Rl.

Halaman
12
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved