Trump Desak Departemen Kehakiman Selidiki Dugaan Keterlibatan FBI saat Pilpres 2016

Departemen Kehakiman Amerika Serikat AS akan menyelidiki apakah FBI memata-matai kampanye kepresidenan

Trump Desak Departemen Kehakiman Selidiki Dugaan Keterlibatan FBI saat Pilpres 2016
Aljazeera.com
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON DC - Departemen Kehakiman Amerika Serikat AS akan menyelidiki apakah FBI memata-matai kampanye kepresidenan Donald Trump untuk motif politik.

"Jika ada yang melakukan infiltrasi atau mengawasi peserta dalam kampanye kepresidenan untuk tujuan yang tidak pantas, kami perlu mengetahuinya dan mengambil tindakan yang tepat," kata  Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam atau Senin (21/5/2018) Wita. 

Trump telah menuntut agar Departemen Kehakiman melihat kemungkinan campur tangan atau pengawasan oleh FBI dari kampanye pilpres AS tahun 2016.

Ia menekankan bahwa penting untuk menyelidiki apakah seseorang dari pemerintahan pendahulunya Barack Obama telah memerintahkan permintaan seperti itu. 

"Saya dengan ini menuntut, dan akan melakukannya secara resmi besok, bahwa Departemen Kehakiman melihat apakah ada atau tidak FBI / DOJ menyusup atau mengawasi Kampanye Trump untuk Kepentingan Politik - dan jika ada permintaan atau permintaan seperti itu dibuat oleh orang-orang Obama," kata Presiden AS di Twitter pada kemarin.

Hillary Clinton, Capres AS 2016 dari Partai Demokrat
Hillary Clinton, Capres AS 2016 dari Partai Demokrat (newyorktimes.com)

Kecurigaan datang di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung , dipimpin oleh Penasihat Khusus Robert Mueller soal dugaan kolusi antara pemerintah Rusia pada kampanye pemilu Trump 2016.

Dalam serangkaian tweet pada hari Senin, Trump mengkritik penyelidikan Mueller, menyebutnya sebagai "perburuan penyihir" dan menegaskan bahwa itu tidak menemukan persekongkolan dengan Rusia.

'Tidak ada bukti'

Pada 17 Mei, Mueller ditunjuk oleh Departemen Kehakiman AS untuk mencari kemungkinan campur tangan Rusia ke dalam pemilu AS 2016, yang dimenangkan Trump. 

Sejauh ini, tim Mueller telah menuntut total 22 orang dan perusahaan.

Halaman
12
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help