Seperti Inilah Kisah Penyelamatan Tiga Pendaki Gunung Klabat

Tiga korban hilang di jalur pendakian Gunung Klabat akhirnya berhasil dievakuasi, Senin (21/5) sekitar pukul 10.00 Wita.

Seperti Inilah Kisah Penyelamatan Tiga Pendaki Gunung Klabat
TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO
Pencarian pendaki yang hilang di Gunung Klabat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Tiga korban hilang di jalur pendakian Klabat'>Gunung Klabat akhirnya berhasil dievakuasi, Senin (21/5) sekitar pukul 10.00 Wita.

Mereka ditemukan Tim Gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) di Pertengahan gunung Klabat, saat hendak mencari jalan untuk pulang.

Mereka dikabarkan bertemu dengan tim pencari sekitar pukul 13.45 Wita, namun baru berhasil dievakuasi hingga ke kampung sekitar pukul 22.00 Wita.

Di pos dua pendakian mereka dijemput oleh tim Extra Trail Bitung (Extrab), untuk dibawa ke balai Desa Klabat.
Kemudian ketiganya dibawa ke Posko Basarnas Manado pencarian korban hilang Klabat'>Gunung Klabat di Kelurahan Kumersot untuk mendapatkan perawatan medis.

Di dua lokasi tersebut banyak warga yang berkerumun ingin melihat tiga korban tersebut yaitu Geraldo Mataru, Rifandi Kereh, dan seorang perempuan bernama Greti Kourow.

"Mereka ditemukan sekitar 300 meter di puncak Klabat pukul 13.45 wita," ujar Oktavianus Komandan Tim Pencarian Basarnas Manado.

Ia mengatakan, kendala yang menyebabkan evakuasi para korban pendakian sampai di kampung hingga sekitar pukul 22.00 wita, lantaran posisi para korban bukan di jalur pendakian.

"Sehingga tim berusaha membawa mereka sampai ke titik jalur pendakian untuk turun melalui jalan setapak jalur pendakian," jelasnya.

Selain itu kondisi korban yang tidak normal sehingga membuat evakuasi memakan waktu lebih lama lagi.
"Sampai di posko mereka langsung diperiksa kesehatannya dan kami data juga," jelasnya.

Dandi Kambey yang turut dalam tim pencarian yang pertama kali menemukan tiga korban mengatakan, mereka melakukan penyisiran dari tempat mereka pertama kali berpisah.

"Kami ikuti jalur mereka dan sampai di tempat seperti gua, kami berteriak namun sepertinya gua tersebut menutupi suara kami, akhirnya kami turun di jalur seperti saluran dan kami bertemu dengan mereka," ujarnya.
Pertama kali bertemu dengan para korban, mereka terlihat sehat. "Mereka tanyakan duluan adalah air, kami berikan air dan makanan seadanya yang kami bawa," ujarnya.

Sementara itu, Johnly Manopo, Ketua Extrab mengatakan, bahwa menjemput korban di pos dua merupakan inisiatif mereka.

"Kami berikan suplai air minum, makanan, jemput mereka di pos dua," jelasnya.
Ia meminta agar kedepan para pendaki lebih berhati-hati lagi.

Usai diperiksa dan diobati, para korban diperkenankan pulang ke rumah. (Amg)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help