Pengamat: Pelemahan Rupiah, Pemda Harus Dorong Ekspor

Pemerintah Daerah (Pemda) harus meningkatkan ekspor berbagai komoditas, karena dengan melemahnya rupiah

Pengamat: Pelemahan Rupiah, Pemda Harus Dorong Ekspor
ISTIMEWA
Robert Winerungan 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Daerah (Pemda) harus meningkatkan ekspor berbagai komoditas, karena dengan melemahnya rupiah terhadap dolar saat ini adalah momen yang tepat.

"Kondisi saat ini satu di antara yang harus ditingkatkan adalah ekspor produk unggulan ke berbagai negara," ujar Pengamat Ekonomi Unima Robert Winerungan, Selasa (21/5/2018).

Apalagi Sulut memiliki komoditas unggulan yang diterima pasar global seperti tuna, pala, cengkih, ikan hias, produk turunan kelapa dan lain-lain. "Jika hal tersebut digenjot akan memberikan keuntungan tersendiri bagi eksportir maupun pemerintah," katanya.

Selain itu, yang harus dilakukan adalah menaikkan pajak impor barang konsumtif, namun untuk barang produktif. Dengan demikian pelemahan rupiah dampaknya bisa diminimalisir.

Terpisah, Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Darwin Muksin mengungkapkan melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS terjadi karena berbagai faktor.

Namun dengan melemahnya rupiah memang peluang bagi eksportir untuk meningkatkan volume perdagangannya.

Dari data Surat Keterangan Asal (SKA) ekspor Sulut sejak Januari sampai dengan April nilainya terus meningkat. Pada Januari nilai ekspor Sulut senilai 24,49 juta dolar AS, kemudian pada Februari 5,11 juta dolar AS, Maret senilai 20 03 juta dolar AS dan April 27,95 juta dolar AS.

"Dari data tersebut nilai ekspor terus mengalami peningkatan, meskipun pada Februari terjadi penurunan," katanya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut Soekowardojo mengungkapkan dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan Bl 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps memjadi 3,75%. Sedangkan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%, berlaku efektif sejak 18 Mei 2018.

Halaman
12
Penulis: Herviansyah
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help