Monintja yakin KPU Sulut Bisa Gelar Pemilu dengan Baik

Dr Donald Monintja, Dosen Fisip Unsrat Manado yakin, kelima komisioner KPU Sulut yang baru ditetapkan mampu melakukan tugas dengan baik.

Monintja yakin KPU Sulut Bisa Gelar Pemilu dengan Baik
ISTIMEWA
Dr Donald Monintja 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dr Donald Monintja, Dosen Fisip Universitas Sam Ratulangi Manado yakin, kelima komisioner KPU Sulut yang baru ditetapkan yakni Ardiles Mewoh, Yessy Momongan, Lanny Ointu, Salman Saelangi, dan Meidy Tinangon mampu melakukan tugas penyelenggara pemilu dengan baik.

"Apalagi tiga komisioner Ardiles, Yessy dab Meidy adalah penyelenggara periode sekarang. Artinya pengalaman kepemiluan tak bisa diragukan lagi kapasitasnya. Menyangkut 2 orang yang baru terpilih, semoga saja bisa menyesuaikan dengan atmosfir kerja penyelenggara pemilu," kata Monintja, Selasa (22/5/2018).

Monintja mengatakan, terpilihnya komisioner baru memang karena secara kapasitas mereka sangat layak, bukan karena kelompok tertentu, walaupun harus diakui bahwa latar belakang seperti GMKI, GMNI, dan Muhamadyah juga mewarnai para komisioner ini.

"Kenapa ini harus diingatkan agar ini tdk akan mempengaruhi keputusan-keputusan strategis KPU Sulut. Banyak harapan dari semua kalangan semoga pelaksanaan pemilihan umum, pilkada, presiden dan wakil presiden berjalan dgn baik. Artinya, punggawa KPU Sulut menjunjung tinggi asas penyelenggara," tukasnya.

Ferry Liando, Dosen Fisip Universitas Sam Ratulangi Manado optimis dengan 5 nama tersebut.

"Ada 3 orang yang dianggap cukup berpengalaman panjang sebagai penyelenggara. Sementara yang lain memiliki kapasitas dibidang lain dalam menunjang proses penyelenggaraan. Tentu ini menjadi modal dan kekuatan dalam mengawal demokrasi ke depan. Namun demikian tantangan kedepan bagi kelima penyelenggara ini tidaklah ringan. Meski sebagian telah berpengalaman namun soliditas harus dibangun sejak awal," katanya.

Banyak pengalaman bahwa organisasi yang tidak solid berdampak pada kualitas kerja organisasi.

Kelimanya menurut Liando masih harus melewati proses adaptasi, paling tidak untuk saling mengenal karakter masing-masing.

Proses chemistri itu penting.

Tantangan kedua adalah setelah dilantik mereka langsung diperhadapkan pada tahapan baik Pilkada maupun pemilu.

Sehingga jika soliditas tidak dibangun maka akan mengganggu.

"Tugas terberat juga adalah kemungkinan besar KPU RI akan menugaskan mereka untuk memilih 3 nama dari 6 nama yang disodorkan panitia seleksi untuk menjadi anggota KPUD di 7 kabupaten kota. Artinya setelah ini energi mereka akan terkuras pada kegiatan-kegiatan yang super padat dan berat. Namun demikian saya optimis dengan pengalaman mereka yang bagus akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas ini," ungkapnya. (Tribunmanado.co.id/Warstef Abisada)

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved