Matheus Bersaksi di Sidang Kasus Dugaan Korupsi RSJ Ratumbuysang

Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan gedung RSJ Prof VL Ratumbuysang tahun 2015 digelar di Pengadilan Negeri Manado, Senin (21/5/2018).

Matheus Bersaksi di Sidang Kasus Dugaan Korupsi RSJ Ratumbuysang
TRIBUN MANADO/WARSTEF ABISADA
Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan gedung RSJ Prof VL Ratumbuysang tahun 2015 di Pengadilan Negeri Manado, Senin (21/5/2018). 

TRIBUANADO.CO.ID, MANADO - Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan gedung RSJ Prof VL Ratumbuysang tahun 2015 digelar di Pengadilan Negeri Manado, Senin (21/5/2018).

Sidang dimulai pukul 13.45 Wita dipimpin Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar.

Saksi yang dihadirkan adalah Matheus Syaranamual, Direktur Teknik PT Liando Beton Indonesia tahun 2015.

Ia bertugas memberikan pertimbangan kepada David selaku Direktur Utama PT Liando Beton Indonesia dalam pengerjaan proyek.

Bobby Ruswin, JPU menanyakan kepada saksi keterangan apa yang akan disampaikan saksi yang menguntungkan terdakwa.

Sebagai saksi Matheus mengatakan, sebagai direktur teknik, ia memberikan pertimbangan kepada David untuk melanjutkan pekerjaan proyek. Sebab, tak dilakukan mulai dari nol.

28 Oktober dan 3 November 2015 Matheus hadir pada rapat bersama pimpinan rumah sakit.

Rapat pada 28 Oktober, pihaknya meminta justifikasi teknik agar aman dalam melanjutkan pembangunan proyek tahap 2.

Saat itu PPTK menurut Matheus, menyampaikan pembangunan tetap 7 lantai dan disepakati dalam pernyataan bersama yang ditandatangani di atas materai.

Perencana juga diminta memasukkan dokumen perencana dan harus diberikan pada 3 November.

Halaman
12
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved