Harga Kedelai Impor di Kotamobagu Melonjak Naik

Harga kedelai impor di Kotamobagu, melonjak naik dibandingkan kedelai lokal

Harga Kedelai Impor di Kotamobagu Melonjak Naik
KOLASE TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Ramjan Mokoginta dan  Juli Paputungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga kedelai impor di Kotamobagu, melonjak naik dibandingkan kedelai lokal

Kenaikan harga  kedelai impor disebabkan, kurangnya stok kedelai lokal.

Petani kedelai mengaku, harga kedelei turun disebabkan banyak stok  kedelai impor dijual toko.

"Kami langsung menjual ke pengusaha tahu, toge dan tempe dengan harga Rp 6000-7000," ujar Juli Paputungan (61), Mongodow, Lingkungan dua, Kotamobagu Barat, Senin (21/5/2018).

Kata dia, harga kedelai  lokal bisa naik, apabila MoU Bulog dan Kementrian Pertanian direalisasi.

"Waktu awal kami dijanjikan hasil produksi kedelei akan diambil Bulog dengan harga Rp 8000-8500 perkilogram. Kenyataanya tidak," ujar Juli Paputungan.

Lanjut dia, harga kedelai impor naik dibandingkan kedelei petani lokal.

Pemilik toko Mutiara Inneke Tumbelaka, pengusaha tahu dan tempe lebih banyak mengunakan kedelai impor, karena jumlah stok berlimpah, walaupun mahal.

Menurut Inneke, pengusaha tahu dan tempe sering keluhkan stok  kedelai lokal berkurang, sehingga mereka memilih impor.

"Harga perkarung 510 untuk 50 kilogram. Jika jual perkilogram Rp 8200. Walaupun mahal produksi tahu tetap berjalan" ujar Inneke.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Ramjan Mokoginta mengatakan, dinas telah memberikan bibit kedelai tahun 2017 seluas 200 hektar untuk 26 kelompok tani. Sebagian ada yang panen.

Saat panen waktu lalu, petani datang ke Dinas untuk menjual hasil produksi sekitar 25 ton. Menurut mereka janji akan diambil bulog dengan harga Rp8000-8500.

"Kami pun membawa ke Bulog, namun jawaban mereka belum bisa mengambil, karena tidak ada petunjuk dari Bulog Pusat," ujar Ramjan Mokoginta.

Lanjut dia, dinas menyerahkan ke petani untuk dijual. Maka dijualnya dengan harga murah. Sekarang sebagian petani tidak mau menanam kedelei, karena harga serta pasaran.

Ia menambahkan, tahun 2018 Dinas akan menyalurkan bibit, pupuk serta racun kepada 120 kelompok tani. 

Penulis: Vendi Lera
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved