SDKP Tahuna Tangkap 2 Kapal Ikan Asal Filipina

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Stasiun Pengawasan SDKP Tahuna menangkap kapal perikanan asing

SDKP Tahuna Tangkap 2 Kapal Ikan Asal Filipina
Kapal Nelayan Filipina yang ditangkap 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Stasiun Pengawasan SDKP Tahuna menangkap kapal perikanan asing (KIA) yang melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 716.

Dengan menggunakan Kapal Patroli KP HIU 3215, 2 (dua) KIA berbendera Filipina berhasil ditangkap oleh KP Hiu 3215 di perairan ZEEI Laut Sulawesi (sekitar 274 mil laut barat laut Tahuna).

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Tahuna, Johanis Rio Medea, mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan pada tanggal 17 Mei 2018, sekitar pukul 16.15 Wita.

"Ditangkap kapal F/B Hanadorea Five (13 GT) dengan ABK 3 (tiga) warga negara Filipina, jenis kapal lightboat (kapal lampu), serta kapal pumpboat JRV. 02 (6 GT) dengan jenis alkap hand line yang diawaki 2 (dua) orang warga negara Filipina," kata Madea, Minggu (20/5/2018).

Lanjut dia, saat dilakukan pemeriksaan oleh kedua kapal tersebut tidak memiliki dokumen yang sah dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan penangkapan ikan di WPP-RI.

"Kedua kapal di kawal menuju Stasiun PSDKP Tahuna, Sulawesi Utara untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan," lanjut dia.

Ditambahkan lagi, berdasarkan pemeriksaan awal, kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 20 milar.

Bahkan sebelumnya, sebelumnya berhasil mengamankan dan menarik 3 (tiga) buah alat bantu penangkapan ikan berupa rumpon, ponton milik kapal perikanan Filipina pada tanggal 12 Mei 2018 lalu di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Sulawesi.

Diketahui, penangkapan atas 2 (dua) kapal tersebut menambah jumlah kapal perikanan yang ditangkap oleh KKP melalui Kapal Pengawas Perikanan. Sampai dengan tanggal 18 Mei 2018, jumlah kapal perikanan ilegal yang ditangkap sebanyak 41 kapal dengan rincian kapal Vietnam sebanyak 8 kapal, Filipina 4 kapal, Malaysia 1 kapal, dan Indonesia 28 Kapal.

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help