Suka Duka Kopka Hasan, Salah Satu TNI di Daerah Perbatasan

Kopka Hasan Basri Gobel, salah satu anggota TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Bolaang Mongondow Selatan sebagai pagar negara

Suka Duka Kopka Hasan, Salah Satu TNI di Daerah Perbatasan
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Kopka TNI Hasan Basri Gobel 

Laporan Wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

MOLIBAGU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Teror bom di beberapa daerah berdampak terhadap peningkatan kesiagaan para Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pagar negara.

Tidak terkecuali Kopka (Kopral Kepala) Hasan Basri Gobel (46) anggota TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Provinsi Gorontalo.

Ditemui di Kantor Komando Rayon Militer (Koramil) 1303-08 Bolaang Uki, pada Kamis (17/5), Komandan kelahiran Molibagu 13 September 1972 sementara dalam siaga bertugas.

"Dengan adanya perkembangan situasi kemanan kami lebih waspada mengurangi jam tidur dan lebih gencar berpatroli," ujarnya.

Bersama tim gabungan beroperasi sampai ke titik perbatasan provinsi, di Desa Molosipat Kecamatan Posigadan. Bekerja ekstra mengantisipasi masuknya jaringan teroris melalui wilayah tersebut.

Kata dia, di daerah perbatasan seluruh Babinsa di masing-masing desa wajib bertugas selama 24 jam, jarang istirahat demi mengamankan negara dari para pengacau.

"Sehari saya tiga sampai empat kali datang cek gedung gereja, memastikan tidak ada bungkusan mencurigakan seperti di Gereja Sentrum, Sidang Jemaat Allah, dan Pantekosta," ujar Babinsa yang bertugas di Desa Molibagu, Popodu, dan Toluaya.

Hasan, sapaan akrabnya mengaku, di perbatasan pihaknya harus bekerja lebih ekstra. Biasannya malam berpatroli hanya sekali tapi kali ini dengan peningkatan status kemanan sampai tiga kali, bahkan lebih jika memungkinkan sesuai perintah pimpinan.

"Paling kalau tidur hanya satu dua jam, sebab kami harus siaga demi keamanan masyarakat," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Felix Tendeken
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help