Ramadan, Momentum Memupuk Pahala dan Kebajikan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur berpesan agar agar umat berbenah diri dalam Ramadan.

Ramadan, Momentum Memupuk Pahala dan Kebajikan
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Jelang Ramadan masyarakat Manado berdatangan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk berziarah mendoakan sanak-saudara yang telah meninggal dunia, seperti di TPU Banjer Kecamatan Tikala Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa Kamis (17/5) hari ini. Segenap elemen masyarakat di Sulawesi Utara berharap agar umat Muslim bisa menjalankan ibadah sebaik-baiknya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur berpesan agar agar umat berbenah diri dalam Ramadan. Hendaknya umat memperbaiki hubungan antarsesama manusia maupun dengan Tuhan.

Ramadan adalah momentum tepat untuk memaksimalkan ibadah. "Ini adalah kesempatan kita memupuk pahala dan kebajikan. Marilah kita sama-sama menjaga hablumminallah dan hablum minannas kita," kata Abdul, Rabu (16/5).

Lanjut dia, hubungan hamba dengan Allah SWT (Hablum minallah) dapat dibangun dengan banyak memanjatkan ampun dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan cara memperbanyak ibadah dan mengurangi maksiat.

"Sedangkan untuk hablum minannas kita bisa melakukan kegiatan sosial dengan apa yang bisa kita bantu. Jika orang yang mampu harus banyak melakukan sedekah namun jika kurang mampu dengan cara apapun yang bermanfaat untuk sekitar," imbaunya.

Dirinya juga menyoroti kebiasaan israf (berlebih-lebihan) yang masih banyak dilakukan oleh umat Islam. Misalnya, boros pengeluaran dengan membeli banyak makanan untuk dimakan saat malam hari. "Jika kita mau boros, saat bersedekah kepada yang merasa kekurangan saja," ujarnya.

Ia berharap, imbauan itu disiarkan secara luas. “Selain itu juga kepada orang-orang kaya banyak bersedekah agat nantinya memperoleh ampunan Allah," imbuhnya.

Ia juga mengimbau umat Islam agar dapat mempertahankan amal perbuatan hingga setelah Ramadan. “Sehingga, setelah saalat Idul Fitri, Ramadan tak hanya tinggal nama saja,” pesannya.

Sementara itu, ucapan selamat menjalankan ibadah puasa datang dari kalangan Nasrani.

Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia Sulawesi Utara (MD GPdI Sulut), Pdt Yvonne Awuy-Lantu meminta jemaat menjaga toleransi. Dengan menjaga toleransi di Ramadan, umat menjaga kerukunan yang terbina selama ini.

“Mari kita hormati saudara-saudara umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah,” katanya, kemarin.

Katanya, sebagai warga Sulut–khususnya Manado yang dikenal sebagai kota paling toleran–agar menjaga predikat tersebut. “Kita ciptakan suasana aman dan nyaman di antara kita. Saling menghargai dan menghormati,” ujarnya

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help