Tajuk Tamu

Pentingnya Koopssusgab dalam Mencegah dan Memberantas Terorisme

Koopssusgab merupakan Tim Anti Teror Gabungan Mitra TNI yang pasukannya berasal dari Sat-81 Gultor Komando Pasukan Khusus.

Pentingnya Koopssusgab dalam Mencegah dan Memberantas Terorisme
ISTIMEWA
Josafat Tular SIP MSi

Tajuk Tamu oleh Emmanuel Josafat Tular SIP MSi
Legal Drafter - Tenaga Ahli DPR RI

TRIBUNMANADO.CO.ID - Situasi keamanan dan idiologi bangsa saat ini sedang diuji akibat adanya ancaman terorisme dan radikalisme yang kembali muncul dipermukaan melalui tindakan terpidana teroris di Markas Komando Brimob, meneror warga masyarakat dengan melakukan pemboman Jemaat Gereja di Surabaya yang sedang beribadah yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, pemboman di Mapoltabes Surabaya dan penyerangan di Poltabes Riau, serta adanya operasi pencegahan, penangkapan dan penggerebekan para teroris dan diduga teroris di beberapa daerah. 

Akibat tindakan teroris tersebut beberapa masyarakat dan petugas keamanan menjadi korban meninggal dan korban luka-luka yang berdampak pada traumatis bagi korban. Sementara beberapa pelaku bom bunuh diri yang melibatkan satu keluarga, termasuk perempuan dan anak-anak ikut mati, meski masih ada yang selamat.

Mencermati situasi dan kondisi bangsa dan Negara dari ancaman teroris.

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan melawan terorisme dan pemerintah akan menindak tegas pelaku teror di Indonesia karena aksi bom bunuh diri adalah tindakan pengecut dan biadab, sehingga Pemerintah akan lawan terorisme dan akan basmi terorisme sampai ke akar-akarnya. 

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memberantas dan mengusut tuntas serta mengungkapkan identitas pelaku dan jaringan organisasi teroris sampai keakar-akarnya.

Selain Polri dan TNI, juga Badan Intelijen Negara (BIN) untuk ikut dalam memberantas teroris termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). 

Polri dalam mencari identitas pelaku dan jaringan teroris telah mengungkapkan bahwa para pelaku bagian dari organisasi teroris seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Negara Islam Indonesia (NII) yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) .

Upaya pemberantasan tindak pidana terorisme membutuhkan regulasi peraturan perundang-undangan yang memadahi, sehingga Presiden telah memberikan warning kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme pada masa sidang berikutnya dan Presiden menilai bahwa pembahasan RUU tersebut oleh parlemen sudah berlangsung lama, yang memakan waktu lebih dari dua tahun.

Maka Presiden Jokowi menegaskan bahwa jika hingga akhir masa sidang berikutnya, yaitu pada Juni 2018, DPR tidak kunjung mengesahkan RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme maka Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.

Halaman
1234
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help