Pagi Ini Rupiah Diprediksi Masih Melemah, Tunggu Kepastian Level Baru BI Rate

Analis pasar uang Reny Eka Putri dan analis Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan, rupiah masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini

Pagi Ini Rupiah Diprediksi Masih Melemah, Tunggu Kepastian Level Baru BI Rate
kompas.com
Karyawan menunjukkan uang pecahan Rp 100 ribu baru (atas) dan yang lama, usai peluncuran uang NKRI tahun emisi 2014 di kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2014). Bank Indonesia bersama Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan dan mengedarkan Uang Rupiah Kertas Pecahan Rp. 100.000 Tahun Emisi 2014 yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Laporan Reporter Kontan, Grace Olivia

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Analis pasar uang Reny Eka Putri dan analis Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan, rupiah masih akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, Kamis (17/5/2018) hingga keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia diumumkan.

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

Reny memproyeksi rupiah bergerak dalam rentang Rp 14.065-Rp 14.120 per dollar AS.

Sementara, Dini, analis dari Monex Investindo memprediksi, rupiah hanya dapat menguat terbatas ke level Rp 14.000 per dollar AS, jika suku bunga acuan dikerek.
Sebaliknya, tetap ada potensi rupiah terus melemah hingga Rp 14.120 per dollar AS.

Rupiah kembali melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangannya Rabu (16/5), mata uang Garuda sempat menembus ke atas level Rp 14.100 per dollar AS.

Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,43% ke level Rp 14.097 per dollar AS pada pukul 17.00 WIB. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah juga melemah 0,53% menjadi Rp 14.094 per dollar AS.

Reny Eka Putri menilai, hari ini pelaku pasar domestik masih bersikap wait and see terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Rapat tersebut akan memberikan kepastian terkait kebijakan suku bunga acuan, BI 7 Day Repo-Rate.

Pelemahan rupiah semakin dipicu oleh kembali melambungnya yield surat utang AS yang menyentuh level 3,07%.

"Kenaikan yield US Treasury ini juga berpotensi mendoorng yield SUN 10 tahun kembali naik ke atas 7%," ujar Reny, Rabu (16/5/2018).

Analis Dini Nurhadi Yasyi menambahkan, rilis data neraca perdagangan yang defisit kemarin juga masih membebani rupiah.

Meski tidak begitu signifikan, Dini menilai, maraknya berita serangan teroris sampai hari ini turut menyeret rupiah melemah lebih dalam.

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help