Jokowi Setuju Kopassus Turun Tangan: Pelaku Teror Mapolda Riau dari NII

Indonesia darurat terorisme! Presiden Joko Widodo menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan

Jokowi Setuju Kopassus Turun Tangan: Pelaku Teror Mapolda Riau dari NII
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/18.
Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu (kiri) berdiskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) dan Panglima TNI Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ketika menghadiri pembukaan Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/2/2018). Rakernas I Hubbul Wathon yang dihadiri ratusan kiai dan ulama se-Indonesia tersebut mengangkat tema Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan Menuju Orde Nasional. 

Tampak dia meletakkan beberapa alat x ray untuk mengecek apa yang ada didalam. "Terlihat ada rangkaian kabel di dalam koper (ternyata hanya catok dan kabel charge). Itu yang membuat kita membuka paksa," ujar Kasat Brimob Polda Sulut Kombes Iskandar.

Tak lama kemudian, Kapolresta bersama dengan personel Brimob mendekati masyarakat dan meminta agar berlindung. Seorang personel Brimob Polda Sulut dengan pengeras suara kemudian menyampaikan imbauan.

"Ayo semuanya mundur, cari tempat yang aman untuk berlindung. Ketika hitungan mundur selesai maka akan ada ledakan. Kami mohon untuk mencari tempat berlindung," ujar personel Brimob tersebut.
Dalam hitungan mundur 5, 4, 3, 2, 1, isi koper berhamburan bersamaan ledakan alat dari Brimob. Personel Polresta dan Brimob juga terlihat menyebar untuk menahan masyarakat jangan sampai mendekat. "Jangan dulu mendekat," ujar Kapolresta.

Setelah tiga personel Brimob membungkus koper dengan sarung bom maka akhirnya situasi menjadi aman.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo menegaskan bahwa itu bukan bom. "Diimbau kepada masyarakat agar jangan sembarangan menyebarkan informasi. Sudah dibuka bahwa itu bukan bom," ujar Kabid Humas. 

Suasana evakuasi koper
Suasana evakuasi koper (TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW)

METAMORFOSIS TERORIS INDONESIA

- 7 Agustus 1949: Deklarasi Negara Islam Indonesia (Darul Islam) oleh Kartosuwiryo
1) Peristiwa Daud Beureueh di Aceh 1953-1962
2) Peristiwa Amir Fatah di Jateng 1950-1959
3) Peristiwa Kahar Muzakar di Sulsel 1950-1965

- 2 September 1962 dibubarkan

- 1 Januari 1993: Didirikan Jamaah Islamiyah atau JI oleh Abu Bakar Baasyir dan Abdulah Sungkar

- 5 Agustus 2000: Menjadi Majelis Mujahidin Indonesia

- September 2008: Majelis Mujahidin Indonesia berkembang menjadi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT)
NII dalam perkembangannya eksis dengan sebutan Mujahidin Indonesia Barat (MIB)

- Dari JAT dan MIB berkembang
1) Jamaah Anshorut Syariah (JAS) pimpinan Abu Bakar Baasyir
2) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso
3) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Aman Abdulrahman
4) Jamaah Ansharut Khilafah (JAK) pimpinan Bahrun Naim

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help