Jokowi Setuju Kopassus Turun Tangan: Pelaku Teror Mapolda Riau dari NII

Indonesia darurat terorisme! Presiden Joko Widodo menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan

Jokowi Setuju Kopassus Turun Tangan: Pelaku Teror Mapolda Riau dari NII
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/18.
Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu (kiri) berdiskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) dan Panglima TNI Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ketika menghadiri pembukaan Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/2/2018). Rakernas I Hubbul Wathon yang dihadiri ratusan kiai dan ulama se-Indonesia tersebut mengangkat tema Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan Menuju Orde Nasional. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indonesia darurat terorisme! Presiden Joko Widodo menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) untuk membantu Polri memerangi terorisme.
Koopsusgab, gabungan pasukan khusus dari tiga matra TNI, yakni Sat-81 Gultor (Kopassus AD), Denjaka (Marinir AL), dan Satbravo-90 (Kopaskhas AU).

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI, sudah direstui oleh Pak Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," ujar Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5/2018).
Koopsusgab dibentuk saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI pada Juni 2015. Namun, beberapa waktu kemudian dibekukan.

Lanjut Moeldoko, perbantuan Koopsusgab terhadap Polri dalam pemberantasan terorisme akan komandoi oleh Panglima TNI sendiri. Namun tetap berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Tugas teknisnya seperti apa, nanti mengenai itu akan dikomunikasikan antara Kapolri dengan Panglima TNI," ujarnya.

Saat ditanya apakah Koopsusgab memiliki masa waktu operasi, Moeldoko berharap, tak demikian. "Kalau bisa ya seterusnya. Karena lingkungan strategis yang berkembang seperti saat ini, diperlukan (pembentukan satuan keamanan) semacam itu," ujar Moeldoko.

"Intinya kami siap. Serahkan kepada aparat keamanan. Kami siap untuk menghadapi situasi apapun. Masyarakat enggak perlu resah, enggak perlu takut. Sekali lagi, percaya kepada kami," lanjut dia.

Serangkaian pemboman dan penyerangan oleh teroris terus berlanjut dalam sepekan terakhir. Kali ke-7, giliran Mapolda Riau diserang.
Peristiwa Rabu (16/5/2018) pukul 10.05 Wita menyebabkan seorang Iptu luar biasa Auzar gugur, empat terduga teroris tewas, tiga orang lainnya termasuk jurnalis luka.

Empat teroris yang tewas adalah Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42), tidak bekerja, alamat Jalan Raya Dumai-Sei Pakning Jalan Santri Assakinah Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.
Suwardi (28) alamat Jalan Raya Lubuk Gaung RT 03 Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sei Sembilan, Dumai.

Adi Sufiyan (26) wiraswasta, tinggal di Jalan Pendowo Gg Mekar RT 06 Kelurahan Bukit Batrem I, Kecamaan Dumai Timur, Dumai. Terakhir Daud, belum seluruhnya teridentifikasi hingga 15.55. Sementara itu seorang terduga teroris yang ditangkap belum diketahui identitasnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto merilis identitas empat dari lima terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau. Empat terduga teroris yang menyerang ditembak mati oleh polisi. "Masih dalam pendalaman (satu orang yang ditangkap)," ujar Setyo.

Setyo mengungkapkan, pelaku terdiri dari lima orang masuk ke area Mapolda Riau dengan menggunakan mobil Avanza BM 199 RQ. Empat pelaku turun dari mobil dan langsung menyerang aparat kepolisian dengan senjata tajam (sejenis senjata samurai).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help