Bank Bukopin Sukses Efisiensi, Biaya Operasional Turun 5 Persen

Bank Bukopin sukses menurunkan biaya operasional sebesar 5 persen di empat bulan pertama 2018.

Bank Bukopin Sukses Efisiensi, Biaya Operasional Turun 5 Persen
NET
Ilustrasi ATM Bukopin 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank Bukopin sukses menurunkan biaya operasional sebesar 5 persen di empat bulan pertama 2018. Bukopin mampu menurunkan biaya operasional hingga Rp 859 miliar dari periode sebelumnya tahun lalu yang mencapai Rp 907 miliar.

Perseroan telah melakukan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan efisiensi diantaranya melalui digitalisasi Core Banking System yang berdampak pada efisiensi proses bisnis produk. “Dengan penerapan digitalisasi Core Banking, terjadi migrasi transaksi dari outlet (kantor) ke electronic channel lainnya sebesar 30%,” ujar Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bukopin, Adhi Brahmantya, Rabu (16/5).

Selain itu, melalui peluncuran produk digital Wokee, Bank Bukopin juga melakukan simplifikasi proses bisnis dan operasional, diantaranya dengan efisiensi dalam pembukaan tabungan, transaksi tanpa buku dan kartu ATM (cardless),

Wokee merupakan produk perbankan tabungan digital Bank Bukopin. Layanan tersebut menyediakan sejumlah fitur berbasis digital, mulai dari pembukaan rekening hingga transaksi perbankan secara online.

Langkah efisiensi juga dilakukan Perseroan melalui evaluasi atas sejumlah biaya rutin perusahaan.  Melalui langkah tersebut, selama empat bulan pertama tahun ini Perseroan berhasil menekan biaya rutin. Kami menargetkan penurunan biaya rutin sebesar 10% hingga akhir tahun 2018,” jelasnya.

Selain melakukan efisiensi, Perseroan juga telah melakukan diversifikasi pendapatan secara bertahap melalui peningkatan fee based income. Upaya untuk memacu pendapatan non bunga dilakukan melalui peluncuran produk Flexy Bill, peningkatan volume bank garansi, transaksi public service, wealth management, serta program peningkatan usage kartu kredit.

Serangkaian langkah tersebut berdampak pada peningkatan fee based income Perseroan sebesar 41% dari Rp252 miliar per April 2017 menjadi Rp354 miliar pada April 2018. Saat ini Bank Bukopin melayani lebih dari 12 juta pelanggan ritel setiap bulannya melalui 20.000 titik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk transaksi public service.”

Khusus untuk Flexy Bill yang baru diluncurkan Maret lalu untuk melayani kebutuhan nasabah dari kalangan usaha produktif, Adhi mengungkapkan sejauh ini layanan tersebut telah mendapat respon positif dari nasabah. Flexy Bill merupakan produk dana talangan pembayaran tagihan public service untuk segmen kalangan usaha produktif, diantaranya pada sektor manufaktur dan jasa.

Sebagai dampak dari penurunan biaya operasional dan peningkatan fee based income, hingga April 2018 telah terjadi peningkatan laba sebelum CKPN Perseroan sebesar 33% (year-on-year), yaitu dari Rp268 miliar pada April 2017 menjadi Rp355 miliar per April 2018

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved