Bagi Milenial, Kesepian Picu Masalah Kesehatan Mental

Sebuah studi baru-baru ini menyebut, kesepian bisa menjadi pemicu kemunduran hidup para milenial.

Bagi Milenial, Kesepian Picu Masalah Kesehatan Mental
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kesepian tak bisa lagi dianggap sebagai masalah remeh, terutama bagi generasi milenial.

Sebuah studi baru-baru ini menyebut, kesepian bisa menjadi pemicu kemunduran hidup para milenial.

Milenial yang kesepian cenderung akan memiliki masalah kesehatan mental, kehilangan pekerjaan serta merasa pesimis terhadap kemampuan mereka sendiri.

Ini berlaku tanpa memandang jenis kelamin maupun tingkat sosial ekonomi.

Dampak kesehatan dari kesepian juga telah dicermati oleh tim peneliti. Studi menunjukkan bahwa orang yang kesepian, ada kemungkinan 50 persen meninggal sebelum waktunya.

Dengan begitu, kesepian sama berbahayanya dengan efek merokok 15 batang sehari, serta sama berbahaya dengan obesitas.

Itu mengapa peneliti mengganggap serius kesepian sebagai penanda potensial adanya masalah lain.

"Jika seseorang mengungkapkan kepada teman-teman atau keluarga mereka, ketika merasa kesepian, itu bisa menjadi pertanda bahwa mereka berjuang dalam kehidupan mereka," kata Dr Timothy Matthews, peneliti dari King's College London dikutip dari The Guardian, Selasa (24/04/2018).

Diskusi mengenai kesepian selama ini sebagian besar hanya berfokus terhadap orang tua.

Tetapi nyatanya, studi terbaru di Inggris ini menemukan bahwa orang muda yang berusia 16-24 tahun justru lebih sering merasa kesepian daripada kelompok usia dewasa lainnya.

Halaman
123
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved